Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Eksekusi Lahan Selesai, Jalan Lingkar Mataraman–Sungai Ulin Kalsel Ditargetkan Selesai 2021

- Apahabar.com Selasa, 29 Desember 2020 - 16:41 WIB

Eksekusi Lahan Selesai, Jalan Lingkar Mataraman–Sungai Ulin Kalsel Ditargetkan Selesai 2021

PN Martapura Bersama PUPR Kalsel mengeksekusi lahan dengan merobohkan blokadi di Jalan Lingkar Mataraman–Sungai Ulin, Selasa (29/12). Foto-apahabar.com/hendralianor

apahabar.com, MARTAPURA – Pembangunan jalan lingkar yang mengubungkan Mataraman di Kabupaten Banjar dengan Sungai Ulin di Banjarbaru, ditargetkan selesai 2021.

Penentuan target itu menyusul penyelesaian eksekusi dua bidang lahan di Jalam Melati Desa Jingah Habang Hilir oleh Pengadilan Negeri (PN) Martapura, Selasa (29/12).

Sebelumnya lahan-lahan sempat disengketakan akibat penetapan nominal harga lahan di PN Martapura. Perkara ini terus berlanjut sampai Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA).

Akhirnya semua proses hukum dimenangkan Dinas PUPR Kalsel sebagai pemohon. Adapun termohon adalah pemilik lahan masing-masing Siti Maryam, Helmi Mardani, dan Helda Marlina.

“Seiring penyelesaian eksekusi, Balai Jalan segera menyelesaikan pembangunan jalan. Ditargetkan 2021 sudah bisa dilewati,” jelas M Nursjamsi, Kabid Penataan Ruang dan Pertanahan Dinas PUPR Kalsel.

Direncanakan jalan lingkar tersebut diperuntukkan lalu lintas mobil angkutan besar, sehingga tidak lagi melintasi jalan-jalan di Martapura.

“Kalau sudah selesai, arus lalu lintas di Martapura dapat diurai dan diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan,” tegas Nursjamsi.

Sebenarnya target awal jalan lingkar tersebut sudah selesai pada 2007. Namun sengketa lahan yang kemudian membuat target penyelesaian larut hingga menjadi 2021.

Sementara Panitera PN Martapura, Burhanuddin SH, menjelaskan dua bidang tanah yang dieksekusi itu sesuai penetapan Ketua PN Martapura Nomor 4/Pdt.Eks/GA/2020/PN Mtp dan 4/Pdt.Eks/GA/2020/PN, tertanggal 18 Desember 2020.

Meski pihak termohon masih belum mengambil uang titipan uang di PN Martapura sebagai ganti rugi, pihaknya harus sudah mengosongkan lahan dalam 8 hari setelah penetapan eksekusi.

“Sesuai perintah Ketua PN Martapura, kedua bidang tanah tersebut harus dieksekusi, ” tegas Burhanuddin.

Eksekusi dikawal personil kepolisian bersenjata. Diawali dengan merobohkan blokade yang dipasang termohon Helmi Mardani.

Sebelumnya dalam penetapan PN Martapura tertanggal 30 Januari 2020 Nomor 1/Pdt.P-Kons/2020/PN Mtp, termohon mengambil ganti rugi Rp 63.238.000 untuk lahan 340 M2 dan 16 pohon di atasnya.

Kemudian bidang tanah lain seluas 3.001 M2 dan 599 batang pohon, termohon menerima ganti rugi Rp589.713.000 sesuai penetapan PN Martapura Nomor 2/Pdt.P-Kons/2020/PN Mtp.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

DIPA

Kabupaten Banjar

Pemkab Banjar Terima DIPA dan TKDD Tahun 2021
apahabar.com

Bank Kalsel

Bupati Banjar Ingin Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah Secara Online
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Gantikan Saidi Mansyur Jadi Ketua LPTQ Banjar, Masruri Optimistis
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Ukur Risiko Korupsi, Pemkab Banjar Ikuti Sosialisasi IEPK
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Selalu Tepat Waktu Bayar Listrik, Pemkab Banjar Dapat Penghargaan
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Gebrak Masker, Ketua TP PKK Banjar Bagikan Ribuan Masker Gratis
KOTAKU

Kabupaten Banjar

Lanjutkan Program KOTAKU, Kementerian PUPR Tanam Pohon di Dua Lokasi Martapura
apahabar.com

Kabupaten Banjar

MC Banjar Terbaik Nasional, Kadis Kominfo Puji Konsistensi Perilis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com