Tambah Ratusan Personel, PLN Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal

Front TV Milik FPI Menghilang, YouTube Berikan Respons

- Apahabar.com Kamis, 17 Desember 2020 - 17:55 WIB

Front TV Milik FPI Menghilang, YouTube Berikan Respons

Ilustrasi Front TV milik FPI di youtube. (dok. Front TV)

apahabar.com, JAKARTA – Akun YouTube Front TV milik Front Pembela Islam (FPI) tiba-tiba menghilang.

Menyikapi hal itu, YouTube menyatakan ada sejumlah alasan sebuah konten atau akun dihapus.

“Ada beberapa alasan mengapa konten tidak tersedia lagi di YouTube,” ujar YouTube dalam keterangan resmi yang dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (17/12).

YouTube menyampaikan mereka memiliki kebijakan dalam menilai konten yang dianggap tidak layak untuk diunggah. Perusahaan juga mengaku bertindak cepat dalam menindaklanjuti konten yang melanggar kebijakan ketika konten dilaporkan.

Terkait dengan Front TV, YouTube tidak menjelaskan secara spesifik siapa pihak yang melaporkan akun itu sehingga akhirnya dihapus.

Perusahaan hanya menyebut meninjau permintaan penghapusan konten berdasarkan hukum yang disampaikan melalui proses hukum yang benar dan membatasi konten yang melanggar hukum setempat yang berlaku.

“Sesuai dengan filosofi perusahaan mengenai transparansi dan kebebasan berekspresi, semua permintaan ini kami jabarkan dalam laporan transparansi kami,” ujarnya.

YouTube juga menyajikan tautan berisi kebijakan dan keamanan perusahaan yang harus diperhatikan oleh pengguna. Di situ, salah satu hal disebutkan bahwa YouTube menyediakan fitur pelaporan untuk melaporkan konten yang tidak pantas agar ditinjau oleh staf YouTube.

“Staf kami akan meninjau konten yang dilaporkan dengan saksama, 24 jam sehari 7 hari seminggu, untuk menentukan apakah konten melanggar Pedoman Komunitas kami,” kata YouTube.

Tautan lain juga menyampaikan bahwa lembaga pemerintah dan pengadilan di seluruh dunia rutin meminta agar Google menghapus informasi dari produk Google. Berdasarkan data, lebih dari 18 ribu permintaan telah diajukan pemerintah kepada Google hingga 30 Juni 2020.

Sedangkan untuk item tertentu, data menyebut bahwa sudah hampir mencapai 300 ribu hingga 30 Juni 2020.

Google menyebut ada berbagai alasan pemerintah meminta untuk menghapus atau meninjau konten. Salah satu alasan pemerintah, misalnya terkait dugaan pencemaran nama baik atau mengklaim bahwa konten melanggar hukum setempat yang melarang ujaran kebencian atau konten khusus dewasa.

Sebelumnya, akun Youtube Front TV terkait Front Pembela Islam (FPI) terpantau tak bisa diakses pada Kamis (17/12). Hal ini bukan yang pertama kali sebab pada awal Desember, akun yang sama juga sempat hilang dari layanan streaming video itu.

“This channel is not available in your country [saluran ini tidak tersedia di negara Anda],” kata yang tertulis di tautan channel Front TV yang ditelusuri menggunakan pencarian Google.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Aman! Internet di Nabire dan Dogiyai Dibuka
apahabar.com

Nasional

Soal Tagar #IndonesiaCallsObserver, KPU Nyatakan Sudah Undang 33 Negara
apahabar.com

Nasional

Kalsel Memilih: Potret Unik Politik Daerah, Patuhi Ulama Ketimbang Parpol
apahabar.com

Nasional

Ifan Seventeen Lepas Kepergian Gitaris Korban Tsunami
KPK Telisik Penemuan Ponsel di Sel Tahanan Eks Menpora

Nasional

KPK Telisik Penemuan Ponsel di Sel Tahanan Eks Menpora
apahabar.com

Nasional

Gunung Merapi Alami 18 Kali Gempa Guguran
apahabar.com

Nasional

Bicara Soal Penghapusan, Tjahjo: Pusat Tak Urusi Tenaga Honorer
apahabar.com

Nasional

Menperin Optimistis UU Cipta Kerja Akan Pacu Reindustrialisasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com