Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Gerhana Matahari Total Bakal Terjadi Besok

- Apahabar.com     Minggu, 13 Desember 2020 - 17:56 WITA

Gerhana Matahari Total Bakal Terjadi Besok

Ilustrasi gerhana matahari. Foto- Arun SANKAR/AFP

apahabar.com, JAKARTA – Gerhana matahari total diprediksi terjadi besok, Senin (14/12).

Gerhana diperkirakan akan berlangsung sekitar 2 menit 10 detik di kawasan Amerika Selatan dan Afrika.

Jika cuaca cerah, orang-orang di ujung selatan Amerika Selatan, wilayah tertentu di Chile, dan Argentina dapat menyaksikan gerhana matahari total sepenuhnya secara langsung.

Selain itu, gerhana juga akan terlihat secara parsial di sebagian wilayah Afrika barat daya.

Dilansir CNET, Sabtu (12/12), perahu atau kapal yang ditempatkan dengan baik di beberapa bagian Samudra Pasifik dan Atlantik kemungkinan juga memiliki kesempatan untuk melihat fenomena alam itu.

Tapi antusiasme orang-orang untuk menyaksikan gerhana harus terhalang oleh pandemi virus corona.

Ketika beberapa negara di seluruh dunia mulai melonggarkan pembatasan Covid-19, negara-negara seperti Chile justru telah menerapkan penguncian wilayah baru untuk menekan lonjakan kasus baru Covid-19.

Sementara itu, Argentina mulai melonggarkan aturan larangan perjalanannya, meski perbatasan negara masih ditutup bagi wisatawan dari negara-negara non-tetangga.

“Saya pernah ke setiap benua untuk melihat gerhana matahari, bahkan Antartika,” kata pensiunan astrofisikawan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan pemburu gerhana, kutip CNN Indonesia.

Dilansir Space, Espenak alias “Mr. Eclipse” telah menjalankan model prediksi gerhana selama bekerja di NASA, dan saat ini dia mengelola situs EclipseWise.com dan MrEclipse.com.
Dia mengatakan dirinya telah melakukan perjalanan untuk melihat lebih dari 40 gerhana matahari, termasuk gerhana total, parsial, dan annular.

“Saya mendapat banyak teman dari gerhana, dan saya bertemu istri saya dalam perjalanan (memburu) gerhana,” ujarnya.

Espenak dan istrinya bertemu dalam tur gerhana matahari di India utara pada 1995. Sejak, itu mereka melakukan perjalanan bersama untuk melihat banyak gerhana.

Dia dan sang istri juga sempat berencana menuju Chile untuk menikmati gerhana pada Senin (14/12). Namun dia memutuskan membatalkan perjalanannya ketika mengetahui bahwa vaksin

Covid-19 tidak akan tersedia pada Desember. Rencana itu kemudian resmi dibatalkan pada pekan ini ketika Chile mengumumkan pembatasan baru Covid-19 di tengah lonjakan kasus baru-baru ini.

Alih-alih bepergian, Espenak akan bergabung dengan pemburu gerhana lainnya dalam sebuah panggilan video untuk menyaksikan fenomena tersebut bersama-sama dan bertukar pikiran.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

AS Resmi Rilis Hasil Penyelidikan UFO, Minim Kesimpulan
apahabar.com

Internasional

Waspada, Kasus Covid-19 Global Tembus 12 Juta
apahabar.com

Internasional

Bom Bunuh Diri Guncang Pusat Pendidikan di Kabul Afghanistan, 24 Orang Tewas
apahabar.com

Internasional

China Temukan Virus Corona di Kemasan Daging Impor Brazil
apahabar.com

Internasional

Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? Bill Gates Punya Jawabannya

Internasional

Potret Mahasiswa Afganistan Kuliah Pasca Taliban Rebut Kekuasaan
apahabar.com

Internasional

Rusuh di AS, Pertokohan Dijarah, Kantor Polisi Dibakar
apahabar.com

Internasional

Malaysia Akhiri PKPB 9 Juni, Masyarakat Diperbolehkan Lakukan Perjalanan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com