Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

H2D Meradang Kotak Suara Dibuka, PPK Banjarmasin Selatan Bantah Tudingan

- Apahabar.com Selasa, 15 Desember 2020 - 23:08 WIB

H2D Meradang Kotak Suara Dibuka, PPK Banjarmasin Selatan Bantah Tudingan

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Banjarmasin Selatan FZ alias Fauzi membantah telah membuka kotak suara yang telah disegel. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Banjarmasin Selatan FZ alias Fauzi dilaporkan ke Bawaslu Banjarmasin.

Ia dilaporkan tim paslon gubernur dan wakil gubernur Kalsel nomor urut 02 Denny Indrayana-Difiriadi Darjat (H2D) esok malamnya, atau Senin (14/12) malam.

Berhasil dihubungi apahabar.com, Fauzi membantah dugaan pelanggaran yang ditujukan H2D padanya.

Fauzi memastikan tak pernah membuka kotak suara yang dimaksudkan pihak pelapor.

“Posisi kotak itu sebenarnya terbuka,” ujar Fauzi kepada apahabar.com, Selasa (15/12) malam.

Dijelaskan Fauzi bahwa ini bermula dari lemotnya jaringan internet pada saat input data ke Sirekap, aplikasi milik KPU saat rekapitulasi di tingkat kecamatan.

UPDATE Pilgub Kalsel: BirinMU Unggul Lagi, H2D Meradang Kotak Suara Dibuka

“Rekap di kecamatan di damping laporan ke Sirekap. Tapi jaringan saat hari itu lelet tak bisa dikirim,” jelasnya.

Karena kendala teknis tersebut, dirinya berinisiatif untuk mendahulukan proses pleno di kecamatan. Inisiatif itu pun didasari surat edaran nomor 116 dari KPU RI.

“Setelah rekapitulasi malam Sabtu jam 10 kita, kita Pleno. Setelah itu hasil kami bagi ke saksi masing-masing. Tujuannya agar suara terjaga,” beber Fauzi.

Menurut Fauzi, jika pihaknya menunduk proses pleno dengan menunggu selesai input data ke sirekap maka perlu waktu panjang.

“Kalau memaksa nunggu ke Sirekap dulu satu minggu nggak bakal selesai,” katanya.

Setelah pleno dilakukan, pada 13 Desember PPK bersama KPPS dan PPS memfoto C1 yang sudah diplenokan tersebut. Semua saksi pun turut memfoto C1 tersebut.

Namun yang mengejutkan ia malah dilaporkan. Selain itu ia juga kaget karena mendengar ia tak bisa menunjukkan dasar tindakan yang sudah dilakukannya.

Padahal pada saat itu pihak pelapor tak pernah meminta keterangan darinya.

“Ada surat edaran dari KPU RI. Kemarin itu dia (pelapor) nggak bilang apa-apa kalau ada suratnya. Saya kaget juga, nggak bisa nunjukin. Minta saja nggak sama saya. Saya ada surat edarannya,” tukasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

WNA di Kalsel Mencapai 445 Orang, Didominasi sebagai Tenaga Ahli
apahabar.com

Kalsel

Menanam Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Pelukis

Kalsel

Dua Karya Pelukis Tapin Mejeng di Yogyakarta, Usung Tema Kearifan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Waspada! Siang Hari BMKG Prakirakan 3 Daerah Ini Diguyur Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Subhanallah, Sebuah Al Quran Selamat dari Amukan Api di Kampung Arab
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kotabaru: Positif 590 Kasus, Sembuh 491
apahabar.com

Kalsel

Kendaraan Jemaah Mulai Padat di Jalan A Yani Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Senin, Puskesmas Martapura 2 Siap Beroperasi di Gedung Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com