Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Habib Luthfi: Ada atau Tidak Covid-19, Jaga Kesehatan Wajib

- Apahabar.com Sabtu, 5 Desember 2020 - 22:44 WIB

Habib Luthfi: Ada atau Tidak Covid-19, Jaga Kesehatan Wajib

Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya bersama Forkompinda Kota Pekalongan pada acara Apel Siaga Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan di Pekalongan, Sabtu (5/12/2020). Foto-Antara/Kutnadi

apahabar.com, PEKALONGAN – Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya mengingatkan masyarakat terus menjaga kesehatan sebagai kebutuhan di tengah pandemi Covid-19.

“Ada tidaknya Covid-19, menjaga kesehatan tetap sebagai kewajiban,” katanya usai acara Apel Siaga Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan di halaman Kantor Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (4/12) dilansir Antara.

Habib Lutfhi mengatakan bahwa menjaga kesehatan adalah kewajiban setiap orang dan Islam mengajarkan hal tersebut, karena bekal utama selain iman dan Islam adalah kesehatan sebagai ketahanan nasional.

“Oleh karena, saya berpesan setiap orang ‘membumikan’ kesehatan karena hal itu [kesehatan] bukan sekadar keperluan, tetapi kebutuhan sehari-hari dalam bekerja, ibadah, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya, yang merupakan bagian dari ketahanan nasional,” katanya.

Habib Lutfhi yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini mengajak pada semua pihak harus sadar dan bangkit menjawab tantangan yang dihadapi saat ini dengan memberikan teladan yang baik.

“Karena itu, saya minta Pemkot Pekalongan agar menyampaikan pentingnya kesehatan supaya membumi di masyarakat,” katanya.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz menyatakan keprihatinannya terhadap kasus Covid-19 yang terjadi di daerah yang kini masuk zona merah.

Pemkot, kata dia, akan menggerakkan operasi dan memonitor kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan di tingkat kecamatan dengan melibatkan unsur Camat, Kapolsek, Danramil, dan para ulama.

“Saat ini peran ulama sangat dibutuhkan untuk mengingatkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang kini sudah mulai jenuh menghadapi pandemi Covid-19,” ucapnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Masjidil Haram Dipasangi Bilik Steril Canggih, Ini Penampakannya
apahabar.com

Habar

Pemerintah Berharap Saudi Izinkan Jemaah Indonesia Lakukan Umrah
apahabar.com

Habar

Haul Sekumpul Steril dari Politik, Ini Penegasan Imam Mushalla Ar Raudah
apahabar.com

Habar

Ustaz Evie Effendi Kembali Berulah, Warganet Minta MUI Jabar Bertindak
apahabar.com

Habar

Shane Elson Asal Australia Tergugah Jadi Relawan Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

Pendaftaran Haji Dibuka Online, Syaratnya Diperketat
apahabar.com

Habar

Pondok Darul Hijrah IV di Tanbu Buka Donasi Bagi Dermawan
apahabar.com

Habar

Shalat Gaib akan Digelar di Hadramaut, Siapa Sebenarnya Habib Husein?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com