Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Habib Rizieq Jadi Imam Salat Berjamaah di Polda Metro Jaya

- Apahabar.com Sabtu, 12 Desember 2020 - 23:00 WIB

Habib Rizieq Jadi Imam Salat Berjamaah di Polda Metro Jaya

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjadi imam salat di Polda Metro tersebar di dunia maya. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Foto Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjadi imam salat di Polda Metro tersebar di dunia maya.

Di dalam foto tersebut, Habib Rizieq menjadi imam salat, sementara di belakangnya terdapat sejumlah penyidik yang menjadi makmum.

Saat ini Habib Rizieq masih diperiksa penyidik Polda Metro Jaya. Habib Rizieq datang ke Polda Metro Jaya tadi pagi untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sesuai peraturan perundang-undangan.

Hingga malam ini, pemeriksaan terus berlangsung dan belum diketahui kapan akan selesai. Namun diperkirakan setelah selesai menjalani pemeriksaan Habib Rizieq akan dijebloskan ke dalam penjara.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono memastikan, Habib Rizieq tetap mendapatkan hak sebagai warga negara saat menjalankan pemeriksaan. Penyidik tetap bersikap humanis dan manusiawi kepada Habib Rizieq.

“Muhammad Rizieq Shihab tetap diperlakukan secara manusiawi. Hak-haknya tetap di berikan. Polri juga tetap berlaku humanis kepadanya,” ujarnya seperti dilansir dari MNC Media, Sabtu (12/12/2020).

Habib Rizieq diperiksa Polda Metro setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka penghasutan dan kerumunan. Sebelumnya, ia dua kali tak memenuhi panggilan polisi dengan alasan kesehatan.

Sekadar diketahui, ada dua pasal yang dikenakan terhadap Habib Rizieq, yakni Pasal 160 dan 216 KUHP.

Pasal 160 menyebutkan “Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diberikan berdasar ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hari ini, Habib Rizieq Nikahkan Najwa Shihab di Petamburan
apahabar.com

Nasional

AHY: Ibu Ani Saat Ini Butuh Penanganan Ekstra
apahabar.com

Nasional

Jual Keperawanan Rp19 Miliar untuk Hidup Layak
apahabar.com

Nasional

Jokowi: FKUB Hendaknya Jadi Tenda Bangsa yang Mengayomi Semua Umat Beragama
apahabar.com

Nasional

Transaksi Alipay Dukung Pariwisata Bali Berkualitas
apahabar.com

Nasional

Menantu Elvy Sukaesih Kembali Diciduk Polisi karena Kasus Narkoba
apahabar.com

Nasional

Digugat Investor Rp5 Miliar, Ustaz Yusuf Mansyur: Saya Nggak Lari
apahabar.com

Nasional

Langgar Social Distancing, Komite Keselamatan Jurnalis Kecam Kemenkomarves
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com