Tambah Ratusan Personel, PLN Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal

Harga Minyak Naik, Didukung Kemajuan Stimulus Fiskal AS

- Apahabar.com Jumat, 18 Desember 2020 - 10:29 WIB

Harga Minyak Naik, Didukung Kemajuan Stimulus Fiskal AS

Ilustrasi - Kilang dan terminal minyak di Arab Saudi. Foto-Reuters/Ahmed Jadallah via Antara

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak naik lagi pada akhir perdagangan Kamis (17/12) waktu setempat atau Jumat (18/12) pagi WIB.

Harga minyak menyentuh level tertinggi 9 bulan, hal itu ketika para pedagang opitimis tentang kemajuan menuju kesepakatan stimulus fiskal AS dan permintaan pengilangan yang memecahkan rekor di China dan India.

Dilansir Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari naik 42 sen menjadi ditutup pada 51,50 dolar AS per barel dan menyentuh tertinggi sesi 51,90 dolar AS.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari bertambah 54 sen menjadi menetap di 48,36 dolar AS per barel,dengan tertinggi sesi 48,59 dolar AS.

Kedua acuan minyak mentah mencapai level tertinggi sejak awal Maret.

Anggota parlemen AS mendekati kesepakatan tentang paket pengeluaran bantuan virus corona senilai 900 miliar dolar AS pada Rabu (16/12/2020).

Dolar AS menetapkan level terendah 2,5 tahun terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (17/12/2020).

Karena minyak mentah dihargai dalam greenback, ini membuat harga minyak lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

“Asia berada di depan kurva dalam mode pemulihan dari virus corona,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures di Chicago.

“Melihat apa yang kami lihat di Asia meningkatkan ekspektasi bahwa di Tahun Baru kami akan melihat peningkatan yang cepat dalam permintaan minyak mentah, saat vaksin diluncurkan di AS,” katanya.

Amerika Serikat pada Kamis (17/12/2020) memperluas kampanyenya untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19.

Persediaan minyak mentah AS turun 3,1 juta barel dalam sepekan hingga 11 Desember, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan, jauh lebih banyak dari ekspektasi para analis untuk penurunan 1,9 juta barel.

“Tampaknya ini menjadi musim perayaan yang jauh lebih baik daripada bullish yang diharapkan oleh kebanyakan pedagang. Tapi apakah harga minyak bisa tetap tinggi dan mempertahankan kenaikan ini masih dipertanyakan di tengah kerusakan permintaan yang disebabkan lockdown,” kata Bjornar Tonhaugen dari Rystad Energy.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Corona Efek, Rupiah Pagi Ini Melemah 18 Poin
apahabar.com

Ekbis

Lewat APIK, BI Gandeng Pelindo Kembangkan Puluhan UMKM di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Hingga 2024, Segini Investasi yang Dibutuhkan PLN
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Targetkan Laba BUMN Rp 300 Triliun Pada 2024
apahabar.com

Ekbis

Lockdown Melonggar, Rupiah Bisa Menguat
apahabar.com

Ekbis

H-1 Lebaran 2019, Bandara Tjilik Riwut Bak ‘Kuburan’
apahabar.com

Ekbis

Mengintip Perjuangan Peternak Sapi Perah Satu-satunya di Kotabaru
apahabar.com

Ekbis

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Euforia RUU Cipta Kerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com