Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi

Hormati Rekonstruksi Polisi, Komnas HAM Akan Telusuri Kasus Penembakan Laskar FPI Secara Independen

- Apahabar.com Senin, 14 Desember 2020 - 14:18 WIB

Hormati Rekonstruksi Polisi, Komnas HAM Akan Telusuri Kasus Penembakan Laskar FPI Secara Independen

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Komnas HAM menghormati upaya rekonstruksi yang dilakukan Bareskrim Polri terkait penembakan enam laskar FPI.

Rekonstruksi itu digelar aparat kepolisian pada Senin (14/12) dini hari, tanpa kehadiran perwakilan dari FPI.

“Kita menghormati rekonstruksi yang dibuat oleh pihak Polri. Itu ‘kan versi mereka,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Gedung Komnas HAM, Jakarta, dilansir dari CNN Indonesia, Senin (14/12).

Taufan mengatakan Komnas HAM sendiri akan tetap melakukan penelusuran fakta, data dan juga memanggil sejumlah pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Termasuk memanggil Direktur Utama Jasa Marga dan Kapolda Metro Jaya pada hari ini.

Meski pihak kepolisian telah melakukan rekonstruksi, kata Taufan, Komnas HAM akan tetap melakukan pemeriksaan dan penelusuran secara independen tanpa berafiliasi dengan pihak manapun.

“Tentu Komnas HAM dengan mandat yang ada sebagai lembaga negara independen menelusuri menurut data, informasi, yang kami kumpulkan sendiri. Nanti kami kroscek juga kepada pihak kepolisian, pihak lain, termasuk saksi-saksi lapangan yang sudah kami temui,” ujarnya.

Terkait bukti-bukti dan fakta yang telah ditemukan Komnas HAM, Taufan belum bisa membukanya kepada publik. Saat ini bukti-bukti tersebut masih dianalisis dan terus dilakukan pemeriksaan terkait kebenarannya.

“Kita tidak akan bicara tentang substansinya (bukti). Tapi tahapan itu sudah kita lakukan. Kita sudah tiga hari tiga malam ada di lapangan, mengkroscek semua bahan dan informasi-informasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Taufan mengakui peristiwa bentrok berujung meninggalnya enam orang anggota Laskar FPI ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi Komnas HAM.

Apalagi, kata dia, Presiden Joko Widodo sendiri telah memberi kepercayaan kepada Komnas HAM untuk mengusut kasus tersebut.

“Bagi kami itu satu tantangan yang berat, kami harus mengungkap apa yang sebenar-benarnya. Bukan apa yang dimau oleh pihak tertentu. Kan pihak tertentu maunya digiring ke sini, yang di sana lain lagi. Kami tidak mau,” kata dia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gelombang Jemaah Haul Guru Sekumpul Terus Berdatangan di Bandara Syamsudin Noor
Jokowi

Nasional

Jokowi Nyatakan Indonesia Bisa Kendalikan 2 Krisis

Nasional

Alasan Indonesia Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20
apahabar.com

Nasional

Ingat!!! Peserta Tes CPNS Jangan Bawa ‘Jimat’
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Segera Buka Akses ke Daerah Terisolir di Sukajaya Bogor
apahabar.com

Nasional

Data 3,5 Juta Rekening Penerima Subsidi Gaji Sudah Masuk
KPK

Nasional

KPK Periksa 2 Mantan Pejabat Badan Informasi Geospasial
apahabar.com

Nasional

Dukung ISIS, Bos Geng Kriminal AS Diadili
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com