Waspada, Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Ancam 9 Wilayah Kalsel Kanwil Kemenkum HAM Kalsel Dorong UMKM Bentuk Perseroan Perseorangan Catat, Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Banjar Berhadiah Umrah Longsor di Maradapan Pulau Sembilan Kotabaru, Puluhan Rumah Terdampak Aksi Heroik Bripka Aan Kotabaru Bantu Ibu Melahirkan di Ambulans

IDI Catat Jumlah Tenaga Medis yang Gugur akibat Covid-19 Meningkat

- Apahabar.com     Rabu, 16 Desember 2020 - 00:07 WITA

IDI Catat Jumlah Tenaga Medis yang Gugur akibat Covid-19 Meningkat

Sejumlah pelayat melakukan salat jenazah di samping mobil ambulans yang berisi peti jenazah almarhum dokter Jhon Andi Zainal yang meninggal akibat Covid-19, di halaman RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (24/9/2020). Foto-Antara/FB Anggoro/aww

apahabar.com, JAKARTA – Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat jumlah tenaga medis di Indonesia yang gugur akibat Covid-19 terus mengalami peningkatan.

Kematian itu seiring dengan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Indonnesia.

“Ini merupakan salah satu dampak dari peningkatan jumlah penderita Covid-19, baik yang dirawat maupun yang OTG [Orang Tanpa Gejala],” kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI dokter Adib Khumaidi melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (15/12) dilansir Antara.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Mitigasi PB IDI, dari Maret hingga pertengahan Desember 2020, terdapat total 369 petugas medis yang wafat akibat terinfeksi virus corona yang terdiri dari 202 dokter dan 15 dokter gigi, dan 142 perawat. Sebelumnya pada awal Desember sebannyak 342 tenaga medis yang meninggal dunia.

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 107 dokter umum (4 guru besar), dan 92 dokter spesialis (7 guru besar), serta 2 residen, dan 1 dalam verifikasi yang keseluruhannya berasal dari 24 IDI Wilayah (provinsi) dan 92 IDI Cabang (kota/kabupaten).

Jawa Timur menjadi provinsi dengan angka kematian tenaga medis tertinggi yaitu 41 dokter, 2 dokter gigi, dan 40 perawat. Sementara DKI Jakarta tercatat ada 32 dokter, 5 dokter gigi dan 21 perawat yang wafat akibat Covid-19.

PB IDI menilai Pilkada yang baru saja selesai juga menjadi potensi fluktuasi naiknya angka penularan virus corona.

“Kami mengimbau masyarakat dan kepala daerah serta pendukungnya untuk menghindari proses aktivitas yang melibatkan berkerumunnya massa. Dan bagi setiap orang untuk memeriksakan kesehatannya apabila terdapat gejala, dan melakukan testing meskipun juga tanpa gejala,” kata Adib.

Tim Mitigasi IDI berharap para pemimpin daerah yang terpilih untuk memprioritaskan penanganan pandemi Covid-19 dengan meningkatkan upaya preventif dan kemampuan layanan fasilitas kesehatan seraya melindungi para tenaga medis dan kesehatan.

Selain itu, meskipun vaksin sudah tersedia, Tim Mitigasi IDI juga mengajak masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan semaksimal mungkin untuk tetap terlindungi.

Hal itu disebabkan karena situasi penularan virus corona di Indonesia saat ini dianggap sudah tidak terkendali.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Dr drg Hananto Seno mengimbau masyarakat memperhatikan kebersihan gigi dan mulutnya untuk menghindari penularan virus corona.

“Selain menjaga imunitas tubuh, perlu diperhatikan juga kebersihan mulut dan gigi terutama mengingat penularan utama Covid-19 adalah melalui droplet atau cairan dari mulut. Tetap gunakan masker baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, rajin mencuci tangan, dan jaga jarak,” ingatnya.

Harif Fadhilah, selaku Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menjelaskan bahwa berdasarkan data, selain perawat yang bertugas di rumah sakit, para petugas kesehatan (perawat) yang bertugas di Puskesmas merupakan yang gugur terbanyak kedua.

Hal ini menandakan bahwa Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama masih memiliki perlindungan yang kurang memadai bagi tenaga kesehatan.

“Kami berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Dinas Kesehatan daerah setempat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan Puskesmas juga meningkatkan perlindungan di fasilitas kesehatan tersebut dengan menyediakan Alat Pelindung Diri [APD] dengan jumlah yang memadai serta perlengkapan fasilitas lainnya untuk mengatasi jumlah lonjakan pasien Covid-19 yang saat ini banyak terjadi di hampir semua wilayah di Indonesia,” ujar Harif.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Bertambah 7.465 Kasus, Positif Corona Tembus 1,9 Juta
apahabar.com

Nasional

Hari Pangan Dunia, FAO Indonesia: Pangan Global Rapuh Akibat Pandemi
Banjir

Nasional

Banjir Kalteng dan Kalbar, Kepala BNPB Tinjau Kondisi Penanganan Warga Terdampak
apahabar.com

Nasional

Waspadai Hujan Lebat dan Angin kencang di Lampung

Nasional

Kasus ‘Idi Kacung WHO’, Jerinx SID Dituntut 3 Tahun Penjara
Kampus Dunia

Nasional

Peringkat Kampus Dunia 2020 Diumumkan, Universitas Indonesia di Urutan ke 601
apahabar.com

Nasional

Polisi Pastikan Keamanan Rumah Korban Tsunami yang Ditinggal Mengungsi
apahabar.com

Nasional

Shopee Hapus Layanan Penjualan Uang Baru Rp75.000
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com