Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif

Imbas Pandemi Covid-19, Pendapatan Premi Asuransi Umum Turun 7 Persen

- Apahabar.com Kamis, 3 Desember 2020 - 17:04 WIB

Imbas Pandemi Covid-19, Pendapatan Premi Asuransi Umum Turun 7 Persen

Direktur Eksekutif AAUI, Dody S Dalimunthe. Foto-Antara/Dewa Wiguna

apahabar.com, JAKARTA Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi industri asuransi umum hingga kuartal III-2020 mencapai Rp 53,8 triliun atau turun 7 persen.

Hal itu turun jika dibandingkan periode sama pada 2019 yang mencapai Rp 57,9 triliun karena dampak pandemi Covid-19.

“Sebagian besar lini bisnis mencatatkan pertumbuhan negatif,” kata Direktur Eksekutif AAUI, Dody Dalimunthe pada pemaparan kinerja triwulan III-2020 secara virtual di Jakarta seperti dilansir Antara, Kamis (3/12).

Dia menjelaskan lini bisnis yang mengalami kontraksi itu di antaranya asuransi properti mencapai Rp 14,2 triliun atau kontraksi 5,4 persen jika dibandingkan periode sama tahun 2019 mencapai Rp 15 triliun.

Selain itu kendaraan bermotor turun 20,9 persen menjadi Rp 11 triliun dari Rp 13,9 triliun, energy off shore turun 83,5 persen dari Rp 627 miliar pada kuartal III-2019 menjadi Rp 103,6 miliar.

Kemudian kredit penjaminan mencapai Rp 9,6 triliun atau turun 3,6 persen dari 2019 mencapai Rp 10 triliun dan kini bisnis lainnya turun 20,6 persen dari Rp 2,52 triliun menjadi Rp 2 triliun.

Meski pendapatan premi industri menurun, namun pembayaran klaim mengalami peningkatan sebesar 2,6 persen yakni sebesar Rp 25,8 triliun, naik dibandingkan triwulan III-2019 mencapai Rp 25,2 triliun.

Dodi menjelaskan, dua lini usaha mendominasi pembayaran klaim yakni asuransi penerbangan mencapai Rp 285,2 miliar dibandingkan kuartal III-2019 yang mencapai R p163,29 miliar atau naik 74,7 persen.

Selain itu klaim untuk asuransi kecelakaan dan kesehatan mencapai Rp 3,31 triliun atau naik 8,2 persen dibandingkan periode sama 2019 mencapai Rp 3,06 triliun.

AAUI mencatat pangsa pasar masih didominasi dua lini usaha terbesar yakni harta benda/properti dan asuransi kendaraan bermotor dengan total porsi mencapai 46,9 persen.

Pangsa pasar lainnya, lanjut dia, asuransi kredit dengan porsi mencapai 18 persen dan asuransi kecelakaan diri dan kesehatan sebesar 10,3 persen.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Triwulan Ketiga 2019, Waskita Karya Raih Kontrak Baru Rp15,12 Triliun
Emas

Ekbis

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 972 Ribu
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Melonjak Naik Rp9.000
apahabar.com

Ekbis

Corona Menggila, Rupiah Malah Menguat
apahabar.com

Ekbis

UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Perkuat Produksi Pangan Domestik
apahabar.com

Ekbis

Pandemi, Kaltim Dorong Petani Seriusi Budi Daya Kopyor
apahabar.com

Ekbis

Selama Pandemi, Layanan GoSend Naik 90 Persen
apahabar.com

Ekbis

231 Fintech Lending Ilegal Diblokir, OJK: Kalsel Aman dari Fintech Ilegal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com