BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Imunitas Tubuh Makin Kuat, Penyintas Covid-19 Perlu Vaksinasi

- Apahabar.com Rabu, 16 Desember 2020 - 21:18 WIB

Imunitas Tubuh Makin Kuat, Penyintas Covid-19 Perlu Vaksinasi

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Penyuntikan vaksin Covid-19 pada penyintas atau orang yang sudah pernah terinfeksi virus corona akan membuat imunitas tubuh menjadi lebih kuat.

Pakar Biologi Molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo menegaskan hal tersebut.

Ahmad menduga hal itu dikarenakan ada kekebalan alami yang sudah terbentuk karena virus Covid-19 dalam tubuh, serta ada booster berupa kekebalan buatan dari vaksin Covid-19.

“Sejauh ini secara teoritis sih enggak ada alasan ilmiahnya yang diprediksi bahaya jika memberikan vaksin Covid-19 pada penyintas Covid-19, malah bagus sebagai booster,” ujarnya dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (15/12).

Berdasarkan penelitian yang sudah ada, antibodi alami yang terbentuk karena infeksi Covid-19 juga hanya bertahan dalam waktu singkat.

Antibodi alamiah ini hanya bisa bertahan selama kurang lebih 6 bulan pada pasien Covid-19 bergejala berat, dan lebih singkat pada pasien Covid-19 bergejala ringan yang hanya 3 bulan.

Sementara proteksi dari vaksin Covid-19 diklaim bisa lebih kuat dan lebih tahan lama daripada proteksi yang didapat secara alamiah. Meskipun, Ahmad mengaku belum ada hasil penelitian yang pasti berapa lama antibodi dari vaksin Covid-19 bisa bertahan dalam tubuh.

“Sejauh ini antibodi bisa bertahan hampir 6 bulan pada orang bergejala berat, dan 3 bulan pada orang bergejala ringan, sedangkan pada data terbaru profil imunologi tentang Covid-19 saya duga vaksinasi lebih bagus proteksinya daripada infeksi alami,” jelasnya.

“Tapi itu masih dugaan dan perlu dibuktikan,” imbuhnya.

Meski demikian, vaksinasi Covid-19 pada para penyintas sebaiknya belum menjadi prioritas karena sudah ada antibodi yang terbentuk. Walaupun, dengan pemberian vaksin pada para penyintas, dapat memberikan proteksi lebih karena antibodi yang terbentuk lebih kuat.

Perlindungan dari Covid-19 sementara ini perlu diprioritaskan bagi mereka yang belum memiliki antibodi Covid-19 dan rentan tertular karena pekerjaan atau aktivitasnya.

Di samping itu, produksi vaksin Covid-19 juga masih terbatas membuatnya langka, sehingga hanya diperuntukkan bagi beberapa kalangan.

“Ini masalah prioritas, kalau supply vaksinnya banyak ya enggak masalah [diberikan kepada keduanya],” pungkasnya.

Hal serupa juga dikatakan Vaksinolog dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dirga Sakti Rambe, menilai penyintas seharusnya tidak lagi menjadi prioritas vaksinasi pemerintah karena telah memiliki kekebalan tubuh terhadap serangan Covid-19.

“Dalam konteks pandemi covid-19 ini memang bagi teman-teman yang pernah terinfeksi covid-19 itu tidak menjadi prioritas. Artinya mereka bukan menjadi target vaksinasi karena dianggap memiliki kekebalan tubuh,” ujar Dirga.

Sementara itu, pemerintah telah membagi skema pemberian vaksin melalui dua jalur yakni vaksin program pemerintah yang gratis dan vaksin mandiri alias berbayar.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada 17 November lalu sempat mengatakan bahwa target vaksinasi mencakup 67 persen dari 160 juta populasi berusia 18-59 tahun.

Dengan kata lain, vaksin disiapkan kepada 107.206.544 orang. Dengan kebutuhan dua kali suntik per orang dan cadangan 15 persen dari kebutuhan, maka total vaksin yang dibutuhkan sebanyak 246.575.051 dosis.

Total penerima vaksin dari program pemerintah 32.158.276 orang dengan kebutuhan 73.964.035 dosis vaksin Covid-19. Sedangkan penerima vaksin mandiri berjumlah 75.048.268 orang dengan kebutuhan 172.611.016 dosis vaksin Covid-19.

Editor: Muhammad Syahran - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Terinfeksi Covid-19, Pollycarpus Terpidana Kasus Munir Wafat
apahabar.com

Nasional

Ditawari Jadi Bos di BUMN, Ahok Mengaku Siap
apahabar.com

Nasional

H2 Muktamar Pemuda Muhammadiyah: Kandidat Calon Ketua Dipilih Hari ini
Jubir: Seluruh Puskesmas Mampu Deteksi Dini Covid-19

Nasional

Jubir: Seluruh Puskesmas Mampu Deteksi Dini Covid-19
apahabar.com

Nasional

Monumen Ade Irma Suryani Nasution Berdiri di Kota Tahuna Sulut
apahabar.com

Nasional

Karhutla, AMAN dan Walhi Kecam Penangkapan Peladang Lokal di Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Walhi Bantah Aksi Save Meratus Ditunggangi Kepentingan Politik
Dukung Gerakan Eliminasi TBC, Jokowi: Utamakan Tindakan Pencegahan

Nasional

Dukung Gerakan Eliminasi TBC, Jokowi: Utamakan Tindakan Pencegahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com