Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Inggris Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19, Harga Minyak Menguat

- Apahabar.com Kamis, 3 Desember 2020 - 10:38 WIB

Inggris Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19, Harga Minyak Menguat

Pelabuhan minyak Marsa al Hariga di Kota Tobruk, Libya. Foto-Reuters/Ismail Zitouny via Antara

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak dunia berada lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (2/12) waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Harga minyak menguat saat persetujuan Inggris atas vaksin Covid-19 mendorong harapan untuk pemulihan permintaan dan meningkatnya ekspektasi bahwa negara-negara produsen akan mempertahankan batas produksi tahun depan.

Dilansir Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari, bertambah 83 sen atau 1,75 persen menjadi menetap pada 48,25 dolar AS per barel.

Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, ditutup naik 73 sen atau 1,64 persen menjadi 45,28 dolar AS per barel.

Pedagang mengamati OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan sekutu lainnya, yang menunda pembicaraan tentang kebijakan produksi 2021 hingga Kamis dari Selasa (1/12/2020), menurut sumber.

“Kemajuan kuat hari ini muncul sebagian besar berdasarkan indikasi kemajuan pada pertemuan OPEC hari ini yang berpotensi membuka jalan bagi kesepakatan dalam pembicaraan OPEC+ yang masih dijadwalkan untuk besok,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois .

Tahun ini, grup tersebut memberlakukan pemotongan produksi 7,7 juta barel per hari (bph) karena pandemi virus corona menghantam permintaan bahan bakar.

Secara luas diharapkan untuk membalikkan pengurangan tersebut menjadi Januari-Maret 2021 di tengah lonjakan baru dalam kasus Covid-19.

Awal pekan ini, Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan akan berjuang untuk melanjutkan pengurangan produksi yang dalam hingga 2021.

Pada Rabu (2/12/2020), Inggris menjadi negara Barat pertama yang menyetujui vaksin Covid-19, melampaui Amerika Serikat dan Uni Eropa dalam kemungkinan kembali ke kehidupan normal dan pemulihan permintaan minyak.

“Berita tentang persetujuan vaksin Inggris adalah apa yang dibutuhkan pasar minyak lebih dari apa pun untuk meningkatkan permintaan … sisanya sebagian besar hanya kebisingan,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Persediaan minyak mentah AS juga turun 679.000 barel dalam sepekan hingga 27 November, menurut data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (2/12/2020), menentang peningkatan yang dilaporkan American Petroleum Institute (API) pada Selasa (1/12/2020).

Produksi minyak AS naik 100.000 barel per hari pekan lalu ke level tertinggi sejak Mei, data EIA menunjukkan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Jadwal Siaran Langsung Liga Champions, LIVE SCTV, Pekan Ini : PSG vs MU, Ajax vs Liverpool, Ronaldo vs Messi Pekan Kedua
apahabar.com

Tak Berkategori

Jelang Siaran Langsung MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Dovizioso Fokus Juara, Valentino Rossi?
apahabar.com

Tak Berkategori

Salat Id di Banjarmasin, Satu Kelurahan Dibolehkan?
apahabar.com

Tak Berkategori

Seru, Stabilo Band ‘Unjuk Gigi’ di Panggung Cafe The Panas Dalam
apahabar.com

Tak Berkategori

Gubernur Kalteng Ikut Tes Swab Covid-19
apahabar.com

Tak Berkategori

Aturan Pemantaun Hilal di Tengah Covid-19
apahabar.com

Tak Berkategori

Tak Tergeser, KH Hamdani Pimpin MUI Tapin untuk Ketiga Kali
apahabar.com

Tak Berkategori

Covid-19 Versus Guru Kreatif Asal Tapin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com