Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Ini Kunci Sukses Kepemimpinan Sayidina Umar

- Apahabar.com Kamis, 10 Desember 2020 - 14:39 WIB

Ini Kunci Sukses Kepemimpinan Sayidina Umar

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Di antara kunci sukses kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab RA adalah kebiasaan beliau yang ketat menyeleksi pegawai yang akan diangkatnya.

Dikutip dari buku Harta Haram Muamalat Kontemporer karya Erwandi Tarmizi, persyaratan sifat jujur dan shalih merupakan prinsip utama khalifah Umar bin Khattab mengangkat pegawainya.

Selama pemerintahan Sayidina Umar, setiap gubernur atau pegawai kepercayaannya adalah sahabat Nabi dari golongan Muhajirin dan Anshar. Dia tahu bahwa generasi ini telah mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ia yakin, apabila Allah telah meridhai mereka dalam agamanya, maka urusan dunia pun bisa ditangani sesuai jalan-Nya. Firman Allah, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. ltulah kemenangan yang besar” (At Taubah: 100).

Di samping itu, Umar kerap menguji kezuhudan para gubernurnya. Sifat zuhud dan tidak tamak dengan gemerlap dunia dapat menciptakan pegawai dapat bersikap jujur, bersih, dan tidak korup. Dengan demikian, memilih calon pegawai yang zuhud merupakan kunci dalam pemberantasan korupsi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menganjurkan untuk mengangkat pegawai yang jujur dan dapat dipercaya. Begitu juga dengan Nabi, turut menganjurkan hal yang serupa.

Sementara itu, Imam Bukhari dalam kitab shahihnya dalam pembahasan tentang ijarah (upah-mengupah) memulai dengan pembahasan: “Mengangkat seorang yang shalih menjadi orang upahan” sambil menuliskan hadis Nabi,

“Seorang yang jujur yang dipercayakan untuk mengantarkan sedekah kepada orang yang berhak menerimanya, ia mendapatkan pahala bersedekah juga, jika ia ikhlas melakukannya”.

Sistematika Imam Bukhari dalam penyusunan hadis Nabi ini menunjukkan bahwa mengangkat orang yang jujur dalam sebuah tugas merupakan persyaratan penting agar tugas itu terlaksana sebagaimana mestinya.

Seorang yang dibebani sebuah tugas yang mulia jika ia ikhlas melakukannya, selain mendapat upah dari pengguna jasanya ia juga mendapatkan pahala dari misi kebajikan yang dijalankannya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Habib Ali Zainal Abidin al Hamid Malaysia Isi Tausiyah Haul KH Anang Sya’rani ke-50
apahabar.com

Religi

Ketika Angin Dingin Menumbangkan Kaum Ad yang Congkak
apahabar.com

Religi

Syahid di Perang Uhud, Sahabat Ini Dimandikan Malaikat
apahabar.com

Religi

Kisah Nabi Idris Menemui Malaikat Pencabut Nyawa
apahabar.com

Habar

Peduli Generasi Milenial, GSN Banjar akan Gelar Refleksi Akhir Tahun di Puncak Kiram
apahabar.com

Habar

Menatap Haji Tahun Depan, Kemenag Janji Tambah Konsumsi
apahabar.com

Religi

Ini Bukti Sayidina Ali bin Abi Thalib dan Sayidina Abu Bakar Tidak Berkonflik
apahabar.com

Habar

Salat Subuh Pertama Pasca Ditutupnya Masjid Nabawi, Terapkan Physical Distancing
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com