Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Ini Trik Khalifah Umar Membangun Pemerintahan yang Bersih

- Apahabar.com     Jumat, 11 Desember 2020 - 18:11 WITA

Ini Trik Khalifah Umar Membangun Pemerintahan yang Bersih

Ilustrasi Foto-istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Kepemimpinan Khalifah Umar bin Khatthab selalu mendapat pujian. Beliau sukses membangun pemerintahan yang bersih dan tidak korup. Rupanya, beliau memiliki trik tersendiri untuk menguji pegawainya.

Di antara yang kerap dilakukan Khalifah Umar kepada pegawainya adalah menguji kezuhudan para gubernurnya. Sebab sifat zuhud dan tidak tamak dengan gemerlap dunia menciptakan pegawai bersikap jujur, bersih, dan tidak korup.

Dikutip dari buku Harta Haram Muamalat Kontemporer karya Erwandi Tarmizi, Ibnu Mubarak meriwayatkan dalam kitabnya Az Zuhd, “Suatu ketika Umar mengambil 400 keping uang dinar (kurang lebih 1,7 kilogram emas). Lalu ia memasukkannya ke dalam sebuah pundi. Kemudian ia berkata kepada budaknya, “Berikan ini kepada Abu Ubaidah, Ialu berdiamlah sebentar di rumahnya, cari tahu apa yang dia lakukan dengan pundi tersebut!”

Kemudian budak itu pergi membawa pundi itu kepada Abu Ubaidah, seraya berkata, “Ini hadiah dari amirul mukminin untuk memenuhi kebutuhanmu!”

Abu Ubaidah menerimanya, lalu berkata, “Semoga Allah merahmati amirul mukminin.”

Lalu Abu Ubaidah memanggil budaknya dan berkata, “Berikan tujuh keping uang emas kepada si fulan, lima keping untuk Si fulan.” Hingga habis uang 400 keping saat itu juga.

Lalu budak Umar pulang dan melaporkan apa yang dia saksikan.

Kemudian Umar melakukan hal yang sama terhadap Mu’az bin Jabal. Mu’az menerima hadiah khalifah seraya berkata, “Semoga Allah merahmati khalifah.”

Lalu Mu’az memanggil budaknya dan berkata, “Berikan sekian untuk rumah si fulan, dan sekian untuk rumah si fulan.”

lstri Mu’az muncul dan berkata, “Kita juga orang miskin, berilah bagian untuk keluargamu!”

Mu’az melihat isi pundinya, ternyata hanya tersisa dua dinar, lalu ia berikan untuk istrinya. Budak Umar pulang dan melaporkan hasil persaksiannya. Mendengar berita itu Umar gembira, seraya berkata, “Mereka (sahabat nabi) adalah bersaudara, satu dan lainnya memiliki akhlak yang sama” (Az Zuhd wa Raqaiq).

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Gus Baha: Hidup Jangan Dibikin Sulit
apahabar.com

Hikmah

Abdullah bin Abbas, Masuk Islam di Usia Muda
apahabar.com

Religi

Cara Keluarga Rasulullah Kelola Keuangan dan Pangan
apahabar.com

Habar

Manfaat Minum Kopi Menurut Ulama Islam di Abad Pertengahan
apahabar.com

Habar

Masjidil Haram Dibuka, Tapi Bukan untuk Jemaah Umrah
apahabar.com

Religi

Babad Lombok Sebut Dilembu Mangku Rat Penyebar Islam di Banjarmasin
apahabar.com

Habar

Kelompok HAM Kecam Perluasan Larangan Muslim Masuk AS
apahabar.com

Habar

Tablig Akbar Dan Maulid Nabi Muhammad di RTH Ratu Zalecha Dihadiri Ratusan Umat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com