Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Isu Reshuffle Menguat, Kasetpres: Pemanggilan Calon Menteri Masih Tunggu Jadwal Jokowi

- Apahabar.com Selasa, 22 Desember 2020 - 13:58 WIB

Isu Reshuffle Menguat, Kasetpres: Pemanggilan Calon Menteri Masih Tunggu Jadwal Jokowi

Presiden Joko Widodo. Foto-Biro Setpres via Detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, mengatakan pemanggilan para calon menteri sebelum reshuffle kabinet masih menunggu jadwal dari agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Belum ada jadwal resmi, nanti akan beritahu jika ada perkembangan,” ujar Heru seperti dilansir Republika.co.id, Selasa (22/12).

Pada hari ini, agenda Presiden Jokowi merupakan agenda internal. Heru mengatakan, presiden pada hari ini melakukan agenda rutin seperti biasanya.

Ia kembali menyampaikan segera melakukan pemberitahuan jika jadwal pemanggilan calon menteri sudah dipastikan.

“Rutin kan banyak berkas yang harus dibaca dan kebijakan lainnya,” tambah dia.

Kabar perombakan kabinet oleh Presiden Jokowi semakin terdengar kencang.

Hal ini mengingat adanya dua menterinya yang tersandung kasus korupsi, yakni Edhy Prabowo yang sebelumnya menjabat menteri kelautan dan perikanan, dan Juliari Batubara yang sebelumnya menjabat menteri sosial.

Sementara, terlepas dari dua pos kementerian itu masih kosong. Ada banyak spekulasi beredar di tengah publik tentang siapa yang akan dicopot dan siapa yang akan menggantikan.

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayito menyebutkan, ada empat pos yang kemungkinan akan terkena reshuffle. Keempat pos tersebut adalah yang berkaitan dengan kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

“Kalau melihat kecenderungan publik ya, yang ramai mesti diganti itu kan tentu kesehatan, terus ada bagian dari tim ekonomi, terus pendidikan,” ujar Adi, Selasa.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemerintah Akan Luncurkan Dua Alat Terbaru Deteksi Dini Covid-19
Khofifah

Nasional

Positif Covid-19, Khofifah Langsung Isolasi Mandiri
apahabar.com

Nasional

Setelah 4 Jam, Kebakaran di Tomang Jakarta Padam, 250 Rumah Terbakar
apahabar.com

Nasional

Posko Lebaran 2019 Resmi Ditutup, Syamsudin Noor Alami Penurunan Penumpang dan Kargo
apahabar.com

Nasional

Miris! CSR Arutmin Hanya Sumbang 20 Dus Mi Instan untuk Korban Banjir Satui
apahabar.com

Nasional

2 Pria Banjarmasin Sembunyikan Ribuan Gram Sabu di Karung Bulog
apahabar.com

Nasional

Gara-Gara Corona, Formula E di Monas Resmi Ditunda
apahabar.com

Nasional

Turun Hingga 109 Kilogram, Beda Arya Permana dan Titi Wati Atasi Obesitas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com