Waspada, Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Ancam 9 Wilayah Kalsel Kanwil Kemenkum HAM Kalsel Dorong UMKM Bentuk Perseroan Perseorangan Catat, Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Banjar Berhadiah Umrah Longsor di Maradapan Pulau Sembilan Kotabaru, Puluhan Rumah Terdampak Aksi Heroik Bripka Aan Kotabaru Bantu Ibu Melahirkan di Ambulans

Jatah Vaksin Covid-19 di Kalteng, Bakal Kebagian 1,6 Juta Dosis

- Apahabar.com     Sabtu, 12 Desember 2020 - 15:56 WITA

Jatah Vaksin Covid-19 di Kalteng, Bakal Kebagian 1,6 Juta Dosis

Ilustrasi tes cepat deteksi Covid-19. Foto-antara

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bakal kebagian jatah vaksin Covid-19 sebanyak 1,6 juta dosis.

Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalteng menyebutkan jumlah itu lebih dari cukup.

“Dengan alokasi ini diperkirakan akan mampu mencakup sekitar 80 persen dari total penduduk. Ini lebih dari cukup, karena kebutuhan membentuk kekebalan komunitas masyarakat hanya diperlukan sekitar 70 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr Suyuti Syamsul di Palangka Raya dilansir Antara.

Selanjutnya kata Suyuti jika vaksin mulai didistribusikan secara umum, maka skala prioritas penerima vaksin telah ditentukan.

“Pertama adalah tenaga kesehatan, dilanjutkan TNI-Polri, ASN pelayanan publik, hingga seluruh populasi masyarakat berumur 15-59 tahun,” terang Wakil Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Coiv-19 Kalteng ini.

Lebih jauh Suyuti menjelaskan, mekanisme vaksinasi nantinya akan diserahkan ke masing-masing kabupaten dan kota.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng Sugianto Sabran, melalui Kepala Bagian Kehumasan Satgas Agus Siswadi menambahkan pentingnya masyarakat mendapatkan vaksinasi dalam masa pandemi, bertujuan agar tercipta ‘herd immunity’ atau kekebalan kelompok.

Vaksinasi, kata dia, selain memberikan kekebalan secara individu, juga menciptakan herd immunity yang melindungi masyarakat tidak memperoleh vaksinasi karena alasan tertentu, sehingga terlindungi dari paparan penyakit.

“Maka untuk mencapai kekebalan kelompok atau komunitas ini, prinsip gotong royong merupakan hal yang utama,” jelasnya.

Kekebalan komunitas dapat dicapai apabila masyarakat yang sehat dan memenuhi kriteria melakukan vaksinasi, sehingga dengan jumlah yang memadai, akan tercipta herd immunity, sekaligus melindungi kelompok-kelompok yang tidak divaksinasi.

Masyarakat juga perlu mengetahui beberapa kriteria ideal vaksin yang berkualitas. Diantaranya efikasi dan efektivitas.

Kedua aspek ini memiliki peran untuk mengukur manfaat vaksin dalam mengendalikan Covid-19.

Ia menyampaikan, berdasarkan penjelasan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, aspek pertama ialah efikasi, ialah besarnya kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu di kondisi ideal dan terkontrol.

“Hal ini dapat dilihat dari hasil uji klinis vaksin di laboratorium yang dilakukan kepada populasi dalam jumlah yang terbatas,” terangnya.

Aspek kedua, adalah efektivitas berupa kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu dan lingkup masyarakat luas.

“Yaitu penilaian kemampuan vaksin melindungi masyarakat secara luas yang masyarakat tersebut adalah heterogen atau beragam,” tambahnya.

Dalam hal efektivitas, terdapat berbagai faktor yang memengaruhinya. Faktor pertama ialah penerima vaksin seperti usia, komorbid atau penyakit penyerta, riwayat infeksi sebelumnya, serta jangka waktu sejak vaksinasi dilakukan.

Faktor kedua, adalah karakteristik dari vaksin tersebut, seperti jenis vaksin, active atau inactivated, komposisi vaksin dan cara penyuntikannya. Faktor ketiga, yakni kecocokan strain pada vaksin, dengan strain pada virus yang beredar di masyarakat.

Untuk mengetahui aspek efektivitas vaksin, maka perlu adanya data surveilans, untuk melihat perkembangan kasus serta memantau dampaknya.

“Data imunisasi untuk melihat cakupan imunisasinya, dan data klinis individu pendukung untuk melihat aspek lain yang memengaruhi kondisi kesehatan individu,” ujar Agus.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Apendi. Foto-apahabar.com/Irfan

Kalteng

Di Kapuas, Perempuan Paling Mendominasi Terpapar Covid-19

Kalteng

Banjir di Wilayah Hulu Kapuas: 1.455 Unit Rumah Terendam

Kalteng

Dinas Perikanan Kapuas Kembali Salurkan Bantuan Ribuan Benih Ikan Patin
apahabar.com

Kalteng

Sudah 100 Hektar Lahan Gambut di Kotim Terbakar

Kalteng

Kadis Kesehatan Kalteng: Warga yang Isoman Jangan Keluyuran!
pesawat

Kalteng

Fix, Serpihan Pesawat di Kalteng Ternyata Roket Cina
Covid-19

Kalteng

Waspada Varian Baru Covid-19 dengan Memperketat Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalteng

Pulang dari Singapura, Pasien di Palangka Raya Terindikasi Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com