Paskhas Tiba, Presiden Jokowi Dikabarkan Terbang ke Kalsel Esok Yuk Nyumbang, apahabar.com Buka Posko Peduli Banjir Kalsel Breaking News! Jalan Nasional Banjarmasin – Hulu Sungai Putus Lagi Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel

Kasus Covid-19 di Kalsel Meledak, Banjarmasin Penyumbang Terbanyak

- Apahabar.com Minggu, 13 Desember 2020 - 13:32 WIB

Kasus Covid-19 di Kalsel Meledak, Banjarmasin Penyumbang Terbanyak

Ilustrasi - Sejumlah warga saat mengikuti tes swab massal di Puskesmas Pekauman, Banjarmasin, Kalsel beberapa waktu lalu. Foto-apahabar.com/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus Covid-19 Kalsel meledak di periode awal hingga pertengahan Desember 2020 ini.

Tim pakar Covid-19 dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin merilis dari 5-12 Desember jumlah kasus di Kalsel bertambah sebanyak 459 kasus.

Menurut Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan ULM ini ledakan kasus baru ini disebabkan libur panjang di akhir Oktober lalu.

“Kalo ulasan sampai minggu ini efek dari ledakan November nasional terkait libur panjang akhir bulan Oktober lalu,” ujar kepada apahabar.com, Minggu (13/12).

Muttaqin membeberkan, pada periode tersebut, pertumbuhan kasus baru Covid-19 terbanyak disumbang Kota Banjarmasin dengan jumlah 91 kasus baru.

Kemudian diikuti kota Banjarbaru 76 kasus, Kabupaten Tanah Bumbu 61 kasus, Kabupaten Tanah Laut 58 kasus, dan Kabupaten Banjar 34 kasus.

Adapun tingkat kesembuhan dalam seminggu terakhir tersebut sebanyak 295 orang.

Kesembuhan paling banyak diperoleh Kota Banjarbaru dengan jumlah 58 orang, kemudian Kota Banjarmasin 56 orang, Kabupaten Tanah Bumbu 49 orang, Kabupaten Barito Kuala 19 orang, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan 18 orang.

Sedangkan jumlah kematian sebanyak 13 kasus, paling tinggi di Kabupaten Tanah Bumbu dengan jumlah 4 kasus dan Kota Banjarbaru 2 kasus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui terjadi penambahan kasus baru.

Tercatat dari data Dinkes, ada dua kelurahan yang kembali ditetapkan sebagai zona merah, yakni Pelambuan dan Pemurus baru.

Kendati demikian, Machli tak menyebutkan penambahan kasus baru ini imbas atau efek dari liburan panjang seperti yang diutarakan Muttaqin.

Dijelaskan Machli, bahwa penyebab utamanya dikarenakan mulai kurang disiplinnya masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

Lebih jauh, ia juga menyinggung soal penggunaan masker jenis scuba yang dinilainya tak begitu efektif menahan penularan dari droplet.

“Kelonggaran disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan. Salah satunya tak menggunakan masker standar. Jangan memakai masker scuba. Masker scuba itu sama dengan tak bermasker,” kata Machli.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Unik! Ibnu Lutfi ‘Sulap’ Limbah Bambu Jadi Miniatur Kincir Air
apahabar.com

Kalsel

Ramai-Ramai Kawal Putusan MA: Meratus Harus Bebas dari Tambang
apahabar.com

Kalsel

Syarat Warga Bikin SIM Gratis di Polres Banjar

Kalsel

Genap Berusia 44 Tahun, Ucapan Selamat dan Doa Mengalir untuk Cuncung H Maming
apahabar.com

Kalsel

Jalin Keharmonisan, Kapolresta Batola Serahkan Hewan Kurban ke Pesantren Al Mujahidin
apahabar.com

Kalsel

Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan, Danrem Antasari dan Dandim Banjarmasin Tinjau Mall dan Restoran
apahabar.com

Kalsel

Aturan Bagi Pemilih Disabilitas Pilkada Kalsel 2020 di HST, Tunggu PKPU
apahabar.com

Kalsel

HUT RI ke-75 di HST, Kapolres: Tetap Khidmat Walau di Tengah Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com