Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Kasus Covid-19 di Surabaya Meningkat, Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Hampir Penuh

- Apahabar.com Minggu, 20 Desember 2020 - 19:00 WIB

Kasus Covid-19 di Surabaya Meningkat, Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Hampir Penuh

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Foto-dok.Humas Pemkot Surabaya via Sinarharapan.co

apahabar.com, SURABAYA – Kasus penuluran Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur kembali meningkat, alhasil sejumlah rumah sakit rujukan di Kota Pahlawan itu hampir penuh.

Hal itu dibenarkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Risma mengatakan, libur panjang pada akhir Oktober 2020 juga menjadi salah satu penyebab kembali meningkatnya kasus Covid-19 di Surabaya

Akibatnya sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di daerah yang dia pimpin hampir penuh pasien terpapar virus corona jenis baru.

“Makanya saya sampaikan kepada warga untuk sementara kalau tidak terpaksa tidak ke luar kota dulu,” kata Risma di Surabaya, seperti dilansir Antara, Minggu (20/12).

Risma menjelaskan saat ini sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya hampir penuh, bahkan ada pula yang sudah penuh pasien yang rata-rata terpapar virus usai bepergian dari luar kota.

“RS Husada Utama itu kurang lebih masih 100 [tempat tidur], kemudian RSUD Shoewandi penuh. Di beberapa rumah sakit lain kapasitasnya sekitar 10-20 persen,” katanya.

Meski ruang isolasi di Asrama Haji kapasitasnya kosong, Wali Kota Risma menyatakan belum berani menggunakan bagi pasien dengan gejala terpapar virus.

Saat ini, semua warga yang terpapar Covid-19 disertai gejala langsung dirujuk ke rumah sakit.

“Asrama Haji sebetulnya masih kosong tapi kita tidak berani meskipun itu dia ada gejala-gejala. Sekarang ini semua kita rujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Namun begitu, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu, menyatakan bakal berdiskusi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mendapatkan masukan-masukan terkait dengan pemanfaatan Asrama Haji bagi pasien Covid-19 disertai gejala.

“Saya coba mungkin akan berdiskusi dengan IDI untuk bagaimana kami bisa dibantu backup Asrama Haji sehingga kalau gejalanya ringan itu mungkin bisa di Asrama Haji,” katanya.

Risma berharap, warga kembali meningkatkan disiplin protokol kesehatan sebab pihaknya tidak ingin ada lagi warga Surabaya yang terpapar hingga harus dirawat di rumah sakit.

“Saya ingatkan lagi, bukan hanya agar tidak liburan [ke luar kota, red.] tapi kalau setelah pulang kerja [dari luar kota, red.] dia lama di sana bisa langsung swab [usap],” tandas Risma.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Jokowi Harapkan Kapal Selam KRI Alugoro Sebagai Awal Kemandirian Alutsista Nasional

Nasional

Jokowi Harapkan Kapal Selam KRI Alugoro Sebagai Awal Kemandirian Alutsista Nasional
apahabar.com

Nasional

Beroperasi Penuh, Ini Tarif 3 Ruas Tol Trans Jawa di Jawa Timur Per 21 Januari 2019
apahabar.com

Nasional

Pidato ‘Economy First’ Presiden, Hipmi: Warning Kabinet Baru
apahabar.com

Nasional

Kementerian PUPR: Kondisi Jalur Mudik Motor Dipastikan Laik
Covid-19

Nasional

Positif Covid-19 Indonesia Bertambah 7.259, Sembuh 6.324 Kasus
apahabar.com

Nasional

Tiga Penyu Mati di Pulau Pari Akibat Sampah
apahabar.com

Nasional

Bupati Sidoarjo Miliki Kekayaan Rp60 Miliar
apahabar.com

Nasional

Usai Bentrokan Senayan, 1.365 Perusuh Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com