Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Kasus Surat Palsu, Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara

- Apahabar.com Selasa, 22 Desember 2020 - 17:03 WIB

Kasus Surat Palsu, Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara

Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra (kiri). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pada kasus surat palsu, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis 2,5 tahun Djoko Tjandra, Selasa (22/12).

Djoko dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus pemalsuan surat jalan, surat keterangan pemeriksaan Covid-19, dan surat rekomendasi kesehatan untuk dapat masuk ke Indonesia.

“Menyatakan terdakwa Djoko Soegiarto Tjandra terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama dan berlanjut membuat surat palsu,” kata ketua majelis hakim Muhammad Sirat dalam sidang di PN Jakarta Timur, Selasa, dikutip Kompas.

“Menjatuhkan pidana terhadap Djoko Soegiarto Tjandra dengan pidana penjara 2 tahun dan 6 bulan penjara,” ucap Sirat.

Vonis 2,5 tahun penjara tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum yakni 2 tahun penjara.

Dalam pertimbangan majelis hakim, hal yang meringankan bagi Djoko adalah bersikap sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya, serta berusia lanjut.

Sementara itu, hal yang memberatkannya yakni perbuatan tindak pidana dilakukan saat melarikan diri dan perbuatannya dapat membahayan kesehatan masyarakat dengan melakukan perjalanan tanpa tes.

Dalam kasus ini, Djoko Tjandra bersama-sama dengan Anita Kolopaking dan Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo didakwa telah memalsukan surat jalan.

Berdasarkan dakwaan, surat jalan itu diterbitkan oleh Prasetijo saat menjabat sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

Prasetijo juga diduga turut berperan dalam penerbitan surat kesehatan dan surat bebas Covid-19 yang dibutuhkan dalam pelarian Djoko Tjandra.

Dengan surat-surat tersebut, Djoko Tjandra yang sedang berstatus buron disebut dapat keluar-masuk Indonesia sebanyak dua kali melalui Pontianak dalam kurun waktu 6-8 Juni 2020 dan 20-22 Juni 2020. Atas perbuatannya, Djoko dinyatakan melanggar Pasal 263 Ayat 1 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 KUHP.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Makam Pendeta Agung Berusia 4.400 Tahun Ditemukan, Begini Penampakannya
apahabar.com

Global

Penumpang Ini Lahirkan Bayinya dalam Penerbangan ke Istanbul
apahabar.com

Global

Paus Fransiskus Ajak Masyarakat Dunia Peduli Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Global

Akibat Penggundulan Hutan Makin Marak, Tujuan Kesepakatan Paris Terancam Gagal
apahabar.com

Global

Pencipta Spongebob Squarepants Meninggal Dunia
apahabar.com

Global

Badai Pabuk yang Melanda Thailand Terburuk dalam Puluhan Tahun
apahabar.com

Global

Kala UMKM Indonesia Berburu Peluang Pasar di Kamboja
apahabar.com

Global

Misteri MH370 di Langit Banda Aceh dan Dugaan Pesawat Celaka di Pulau Christmas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com