Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel Yuk Nyumbang, apahabar.com Buka Posko Peduli Banjir Kalsel Breaking News! Jalan Nasional Banjarmasin – Hulu Sungai Putus Lagi Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel

Kegempaan Meningkat, BPPTKG: Erupsi Gunung Merapi Menguat ke Arah Eksplosif

- Apahabar.com Rabu, 30 Desember 2020 - 00:21 WIB

Kegempaan Meningkat, BPPTKG: Erupsi Gunung Merapi Menguat ke Arah Eksplosif

Aktivitas puncak Gunung Merapi mengeluarkan asap putih terlihat dari kawasan Kalitalang, Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (24/12/2020). Kegempaan guguran tercatat sebanyak 44, fase banyak 265, vulkanik dangkal 56, tetonik satu dan hembusan 65. Foto-Antara/Aloysius Jarot Nugroho

apahabar.com, YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan aktivitas seismik Gunung Merapi saat ini kembali meningkat.

Sehingga erupsi Gunung Merapi yang bersifat eksplosif juga menguat.

“Memang pada minggu sebelumnya saat terjadi penurunan [aktivitas] kita indikasikan akan terjadi erupsi efusif, kemudian dengan kenaikan dalam satu minggu ini kita lakukan assesment lagi maka probabilitas eksplosif menjadi lebih besar,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida saat menyampaikan penjelasan aktivitas Gunung Merapi secara virtual, dilansir Antara, Selasa (29/12).

Hanik mengatakan sering dengan peningkatan aktivitas kegempaan dalam satu pekan (21-28 Desember) probabilitas erupsi eksplosif menjadi lebih besar dibandingkan efusif dengan perbandingan 26 persen dan 28 persen. “Eksplosif yang mendominasi,” kata dia.

Ia menyebutkan gempa Vulkanik Dangkal (VTB) selama sepekan 21-28 Desember sebanyak 369 kali atau meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 240 kali.

Gempa fase banyak (MP) sebanyak 2.104 kali naik dari sebelumnya 1.684 kali, gempa guguran (RF) 288 kali turun dari sebelumnya 255 kali, serta gempa hembusan (DG) 428 kali menurun dari sebelumnya 207 kali.

Mengacu aktivitas kegempaan itu, lanjut Hanik, dapat disimpulkan bahwa energi Merapi saat ini lebih tinggi karena memiliki total jumlah gempa 20.592 kali lebih banyak dibandingkan 2010 yang memiliki 8.894 kali gempa.

Selain kegempaan, data pengamatan deformasi Gunung Merapi menggunakan alat Electronic Distance Measurement (EDM) juga menunjukkan pemendekan dari total 62 cm menjadi 32 cm per 3 hari.

Selanjutnya, berdasarkan analisis morfologi, menurut dia, di gunung itu terjadi pengangkatan di permukaan kawah, terbentuk rekahan-rekahan di dalam dan tebing kawah yang semakin melebar, serta perubahan morfologi akibat intensifnya guguran.

“Saat ini arah guguran lava dominan ke arah Kali Senowo, Kali Lamat, serta Kali Gendol, dengan jarak maksimal 3 kilometer,” kata dia.

Ia mengatakan berdasarkan data yang ada, sampai saat ini probabilitas Gunung Merapi mengalami erupsi masih cukup tinggi. Kendati demikian, tidak dapat diketahui secara pasti kapan erupsi terjadi.

Ia berharap para pengungsi bertahan dan bersabar tetap tinggal di barak pengungsian.”Kita tunggu sampai nanti potensi bahayanya sudah tidak ada lagi,” kata Hanik.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Membaik, Menhub Budi Tak Lagi Pakai Ventilator

Nasional

Membaik, Menhub Budi Tak Lagi Pakai Ventilator
apahabar.com

Nasional

Panglima TNI Lepas Jenazah Sertu Handoko ke Sorong
apahabar.com

Nasional

Remdesivir Siap Edar, Tetap Diuji Klinis pada Pasien Covid-19
apahabar.com

Nasional

Penggerebekan Terduga Teroris Bikin Geger Warga Palangkaraya
apahabar.com

Nasional

Kejari Bandarlampung Siapkan 7 Jaksa dalam Perkara Penusukan Syekh Ali Jaber
apahabar.com

Nasional

Jokowi Kirim Utusan Khusus Temui Prabowo Besok
apahabar.com

Nasional

Menaker: Subsidi Gaji di Bawah Rp 5 Juta Diluncurkan Besok
Imbas Libur Panjang

Nasional

Imbas Libur Panjang, Kasus Covid-19 Bertambah hingga 9.321
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com