Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000

Kekurangan Petahana Dikemas Jadi Serangan, Pengamat Puji Denny Indrayana

- Apahabar.com Minggu, 13 Desember 2020 - 09:43 WIB

Kekurangan Petahana Dikemas Jadi Serangan, Pengamat Puji Denny Indrayana

Denny Indrayana Foto-istimewa

apahhabar.com, JAKARTA – Peneliti Charta Politika Indonesia Ardha Ranadireksa mengatakan bahwa Denny Indrayana selama ini mengamati kinerja petahana selama menjabat, yang pencapaiannya kurang maksimal. Kemudian dia kemas sebagai amunisi di masa kampanye.

Amunisi terbukti ampuh mengambil simpati masyarakat. Itu terbukti dengan perolehan suara sementara KPU Kalsel, di mana pasangan calon Pilkada Provinsi Kalimantan Selatan Denny Indrayana-Difriadi dapat mengimbangi perolehan suara Sahbirin Noor-Muhidin.

“Saya lebih melihat pasangan ini berhasil melihat beberapa kinerja incumbent yang pencapaiannya mungkin kurang maksimal, untuk kemudian dikemas menjadi amunisi kampanyenya,” kata Ardha, dilansir apahabar.com dari CNN Indonesia, Minggu (13/12).

Menurut Ardha, selama menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Selatan periode 2016-2021, kepuasan terhadap kinerja Sahbirin Noor memang tidak tergolong tinggi. Hingga kemudian, Denny memanfaatkan itu untuk menarik simpati masyarakat.

“Mungkin celah ini yang berhasil dimanfaatkan Denny,” kata Ardha.

Perolehan suara Denny-Difriadi dan Sahbirin-Muhyidin cenderung ketat. Baik di quick count atau hitung cepat, maupun Sirekap KPU yang masih berjalan.

Di hitung cepat Charta Politika, Sahbirin-Muhyidin memang meraih suara lebih besar, yaitu 50,43 persen. Namun, tidak berbeda jauh dengan Denny-Difriadi yang meraih 49,57 persen.

Hitung cepat versi Indikator Politik pun demikian. Suara Sahbirin-Muhyidin sebesar 50,23 persen, sementara Denny-Difriadi 49,57 persen. Hanya beda tipis.

Dalam Sirekap KPU yang masih berjalan, Denny-Difriadi yang unggul perolehan suara, yakni sebesar 50,8 persen. Beda tipis dari Sahbirin-Muhidin dengan 49,2 persen.

Data tersebut diambil dari Sirekap KPU berdasarkan 55 persen suara masuk atau per pukul 18.00 WIB, Sabtu (12/12).

Denny Indrayana, lanjut Ardha, juga memiliki nama besar berkat riwayat jabatannya selama ini. Denny pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan masa jabatan 2011-2014.

Selain itu Denny juga pernah menjadi salah satu kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi di sidang sengketa Pilpres 2019. Hal tersebut yang membuat nama Denny melejit.

“Tentu hal ini bukan satu-satunya faktor, tapi setidaknya membantu pasangan Denny-Difriadi untuk lebih mempercepat meningkatkan pengenalannya kepada masyarakat,” ucap Ardha.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Insentif Guru Ngaji Sangat Minim
apahabar.com

Nasional

Kematian Covid-19 Hampir Tembus 100 Ribu, Warga AS Malah Liburan di Pantai
apahabar.com

Nasional

Seruan New Normal, Simak Lima Arahan Presiden Jokowi
apahabar.com

Nasional

Abu Vulkanik Hujani Cilegon, Warga Diimbau Pakai Masker  
apahabar.com

Nasional

Bahlil Jadi Menteri, Hipmi Canangkan Tahun Investasi
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota, Walhi Ingatkan Tak Ganggu Teluk Balikpapan
apahabar.com

Nasional

Viral di Sosmed, Aksi Heroik Bocah 10 Tahun Rela Merenggang Nyawa Lindungi Ibunya dari Pemerkosaan
apahabar.com

Nasional

Kawasan Istana Kepresidenan Sempat Kebanjiran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com