Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Kena Tipu Oknum ASN, Belasan Tukang Sapu Geruduk Pemkot Banjarmasin

- Apahabar.com Rabu, 2 Desember 2020 - 15:11 WIB

Kena Tipu Oknum ASN, Belasan Tukang Sapu Geruduk Pemkot Banjarmasin

Belasan petugas kebersihan mendatangi kantor Pemkot Banjarmasin, Rabu (2/12) siang. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemkot Banjarmasin disambangi oleh belasan petugas kebersihan yang geram lantaran ulah seorang oknum ASN di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Oknum itu diduga merekrut belasan petugas kebersihan lewat ‘jalur belakang’.

Tak ayal, belasan warga Kota Banjarmasin yang tak menerima gaji beberapa bulan belakangan mendatangi kantor Pemkot Banjarmasin, Rabu (2/12) siang.

Mereka datang menuntut gaji yang belum dipenuhi sekitar 3 bulan, setelah direkrut Agustus lalu.

“Sudah dua bulan, gaji saya tidak dibayar. Bulan Oktober dan November,” ujar seorang petugas berinisial M (49 ).

Hal senada juga disampaikan B (30). Gajinya belum ditransfer sejak dirinya bekerja sebagai petugas kebersihan, Agustus lalu.

Karenanya, ia mengancam untuk meminta uang jaminannya kembali.

Sebelum bekerja sebagai penyapu jalan, mereka diwajibkan membayar uang jaminan oleh oknum pegawai dari DLH itu. Per orangnya sebesar Rp 15 juta.

‚ÄĚTidak menuntut gaji lagi. Saya mau berhenti saja menyapu,” ucap warga Pekapuran Raya ini.

Uang jaminan tersebut, kata dia, disimpan supaya petugas tak mangkir dari pekerjaannya. Selain itu, sebagai uang membayar kawasan yang mereka bersihkan.

“Bahasa petugas DLH, itu gadai pekerjaan. Misalnya, tempat saya menyapu itu dulunya dimiliki orang. Tapi karena sudah tidak ada orangnya lagi, saya yang gantikan. Dan itu uang jaminannya,” jelasnya.

Uang jaminan tersebut bisa kembali ke petugas yang bersangkutan bila ternyata hanya sanggup bekerja kurang dari setahun.

Apabila lebih dari setahun, maka lahan yang disapu bisa menjadi hak milik. Alias tidak bisa digantikan petugas lain.

“Kami masing-masing punya kuitansi pembayarannya,” lanjutnya.

Sekretaris DLH Banjarmasin Zauhar Arif membantah pihaknya belum membayar gaji para petugas kebersihan.

Baginya, ada oknum di DLH yang bermain tanpa sepengetahuan dirinya dan pimpinan. Oknum tersebut melakukan perekrutan petugas kebersihan lewat jalur ilegal.

“Untuk mengisi kawasan-kawasan yang tidak ada petugasnya. Kemudian, menarik tarif sebesar Rp 15 juta,” ungkapnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Iduladha di Masa Pandemi, Ketua DPRD Kotabaru Pilih Mudik
apahabar.com

Kalsel

Pengedar Ganja Lintas Pulau Dibekuk di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Dana Penanggulangan Karhutla di Kalsel Miliaran Rupiah
Banjir

Kalsel

Dihantui Banjir Susulan, 745 Warga Desa Kunyit Tala Diungsikan
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Kotabaru Bertambah, 15 Lagi Warga Bumi Saijaan Terpapar

Kalsel

Hadir Lebih Awal, Ibnu-Arifin Komitmen Kampanye Damai dan Sehat di Pilwali Banjarmasin 2020

Kalsel

Dukung IKN, Sahbirin-Muhidin Siap Bangun Kawasan Ekonomi Baru
apahabar.com

Kalsel

Begini Rekayasa Lalu Lintas di Banjarmasin Pada Pergantian Malam Tahun Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com