Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Komnas HAM Temukan 7 Proyektil di Lokasi Penembakan FPI

- Apahabar.com Senin, 28 Desember 2020 - 15:12 WIB

Komnas HAM Temukan 7 Proyektil di Lokasi Penembakan FPI

Komnas HAM memaparkan bukti-bukti baru hasil penyelidikan dari peristiwa penembakan 6 anggota FPI. Foto: Pikiran Rakyat

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah temuan kembali dibeberkan Komisi Perlindungan Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), terkait peristiwa penembakan 6 orang laksar Front Pembela Islam (FPI).

Temuan terbaru itu berupa 7 butir proyektil dan 4 butir selongsong dari tempat kejadian perkara di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50, Karawang, Jawa Barat, 7 Desember lalu.

Namun dari 7 proyektil, Komnas HAM hanya yakin dengan 6 proyektil peluru yang ditemukan.

“Selongsong ditemukan 4, 3 masih utuh, 1 proyektil diduga bagian belakang,” papar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, dalam jumpa pers, Senin (28/12) seperti dilansir Kompas.

“Selanjutnya kami akan melakukan uji balistik. Kami sedang mengupayakan uji balistik transparan dan terbuka,” tegasnya.

Komnas HAM juga menemukan serpihan badan mobil yang diduga muncul setelah peristiwa saling serempet.

Mereka pun telah menemukan rekaman percakapan dan rekaman CCTV jalan, berkaitan dengan peristiwa penembakan tersebut.

“Nanti bukti-bukti tersebut memang perlu diuji lagi,” timpal Amiruddin, Komisioner Komnas HAM dalam jumpa pers yang sama.

Oleh karena penyelidikan masih berlangsung, Komnas HAM) belum menarik kesimpulan apapun atas kejadian tersebut.

“Kami belum pernah mengambil kesimpulan apapun. Kalau muncul berita begitu, sudah dipastikan hoaks,” tegas Choirul.

“Kami baru mengumpulkan sejumlah keterangan saksi dan barang bukti. Banyak proses yang belum tentu menyambung,” lanjutnya.

Komnas HAM melihat terdapat beberapa pihak berupaya mencampuradukan antara keterangan yang didapat dengan keterangan lain. Diharapkan masyarakat berhati-hati dengan sumber tidak jelas.

“Belakangan mulai menyerang personal yang disampaikan melalui media sosial. Ini perlu dihentikan supaya masyarakat tidak jadi bertambah bingung,” tandas Amiruddin.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kemendagri Terbitkan Dokumen Kependudukan Korban Tsunami
apahabar.com

Nasional

Penajam Paser Utara Belum Ramah Perempuan-Anak
apahabar.com

Nasional

Ulah Nyeleneh YouTuber, Prank Batal Puasa Dapat Rp 10 Juta 
apahabar.com

Nasional

Sehari, Transaksi Tiket KRL Tembus Rp3,3 M
apahabar.com

Nasional

Wapres Ma’ruf Harap Presiden Pilih Menteri Muda dan Kreatif
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Makin Banyak Warga Indonesia yang Sembuh dari Covid-19!
apahabar.com

Nasional

Indonesia Siap Produksi 16.000 APD Standar WHO Per Hari
jokowi

Nasional

Mahfud Bocorkan Nama 5 Jenderal Calon Kapolri yang Disetor ke Jokowi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com