UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

KPK Janji Kerja Keras Jerat Hukum Mati Mensos Juliari

- Apahabar.com Minggu, 6 Desember 2020 - 11:45 WIB

KPK Janji Kerja Keras Jerat Hukum Mati Mensos Juliari

Menteri Sosial Juliari P Batubara. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri memastikan pihaknya bakal bekerja keras untuk menjerat Menteri Sosial Juliari P Batubara dengan Pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi (Tipikor). Pasal tersebut mengatur soal hukuman pidana mati kepada koruptor.

“Saya kira memang kita masih harus bekerja keras untuk membuktikan ada atau tidaknya tindak pidana yang merugikan keuangan negara sebagaimana yang dimaksud pasal 2 itu,” ujar Firli soal Mensos Juliari Batubara di Gedung Penunjang KPK.

Dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 Pasal 2 berbunyi:

(1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(2) Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan.

Firli mengatakan, pihaknya segera memeriksa para saksi untuk membuktikan adanya perbuatan Pasal 2 yang dilakukan Juliari. Jika terbukti melanggar Pasal 2, tak tertutup kemungkinan KPK akan mengancam Juliari hukuman mati.

“Tentu nanti kita akan bekerja berdasarkan keterangan saksi dan bukti apakah bisa masuk ke dalam pasal 2 UU 31 Tahun 1999 itu,” kata Firli, kutip Liputan6.com.

“Di dalam ketentuan UU 31 tahun 1999 pasal 2, barang siapa yang telah melakukan perbuatan dengan sengaja memperkaya diri atau orang lain, melawan hukum yang menyebabkan kerugian keuangan negara, di ayat 2 memang ada ancama hukuman mati,” Firli menambahkan.

Namun, kata Firli, KPK masih akan fokus membuktikan penerapan Pasal 12 yang disangkakan terhadap Juliari dan tersangka lainnya.

“Dan malam ini yang kita lakukan tangkap tangan adalah berupa penerimaan sesuatu oleh penyelenggara negara, jadi itu dulu,” kata dia.

Pad kasus ini, Mensos Juliari Batubara, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Ardian I M dan Harry Sidabuke pihak swasta yang berperan sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polda Metro Jaya Tetapkan 9 Tersangka Pesta Gay di The Kuningan Suite Jaksel
apahabar.com

Nasional

Jokowi Targetkan 75 Persen Suara di Kalteng
apahabar.com

Nasional

JMSI Riau Terbentuk, Dheni Kurnia Plt Ketua
apahabar.com

Nasional

Menkominfo: Akses Internet di Papua Sudah Normal
apahabar.com

Nasional

Besuk Wiranto Lagi, Jokowi Ungkap Instruksinya ke Kabin dan Kapolri
apahabar.com

Nasional

Gerindra: Prabowo ke Dubai untuk Bertemu Kolega Bisnis dan Cek Kesehatan Rutin
apahabar.com

Nasional

Hari Ini Jokowi Resmikan Jalan Tol Layang Japek
apahabar.com

Nasional

Marinir TNI AL Kirim Satgas Kemanusiaan ke Natuna, Ada Apa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com