Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

KPK Tetapkan Menteri Sosial Juliari Tersangka Bansos Covid-19

- Apahabar.com Minggu, 6 Desember 2020 - 08:05 WIB

KPK Tetapkan Menteri Sosial Juliari Tersangka Bansos Covid-19

Mensos Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus bansos covid-19 dan hingga saat ini masih buron. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Akhirnya KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebagai tersangka korupsi program bansos penanganan Covid-19.

Selain itu, lembaga antirasuah juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka.

“KPK menetapkan 5 (lima) orang tersangka, sebagai penerima JPB (Juliari P. Batubara), MJS, AW. Sebagai pemberi AIM, HS,” ujar Firli, kutip CNN Indonesia, Minggu (6/12).

Empat tersangka lainnya dalam kasus ini antara lain, pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

Kasus dugaan korupsi ini terbongkar lewat operasi tangkap tangan (OTT) terhadap enam orang. Mereka yang diamankan antara lain Matheus, Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama Wan Guntar, Ardian, Harry, dan Sanjaya pihak swasta, serta Sekretaris di Kemenso Shelvy N.

Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan KPK turut mengamankan uang sekitar Rp14,5 miliar yang terdiri dari pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. Uang disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang disiapkan Ardian dan Harry.

Firli menyebut telah disepakati fee sebesar Rp10 ribu per paket bansos yang diduga diterima Juliari. Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp12 miliar yang diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari melalui Adi dengan nilai sekitar Rp8,2 miliar.

Uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi politikus PDIP tersebut.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.

Selaku penerima, Juliari dijerat Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Adi dan Matheus dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan selaku pemberi, Ardian dan Harry dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

KLHK Tindak Tegas Pelaku Karhutla
apahabar.com

Nasional

Sidang Lanjutan Sengketa Pilpres, Akses Jalan Tetap Dibuka
apahabar.com

Nasional

Mutilasi Warga dan Tembak Polisi, Ali Kalora Cs Diburu Satgas Tinombala
apahabar.com

Nasional

20 Orang Homoseksual Idap HIV Aids Dibina
apahabar.com

Nasional

Jokowi Pastikan Kekurangan Dokter Segera Teratasi
Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 di Yogyakarta Terus Bertambah

Nasional

Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 di Yogyakarta Terus Bertambah
apahabar.com

Nasional

Ribuan Kuota Disiapkan Kemenristekdikti untuk Dosen, Berminat?
apahabar.com

Nasional

Lapas Rusuh: Empat Napi Diamankan, Ratusan Masih Kabur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com