H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Sabu 6 Kg di Samarinda dan Balikpapan Banjarmasin Resmi Perpanjang Tanggap Darurat Banjir, Kecamatan Timur Terparah! Resmi! Banjarmasin Berlakukan Pembatasan Transisi Mulai Hari Ini Dear Korban Banjir Kalsel, Posko untuk Gugat Gubernur Sahbirin Segera Dibuka!

Laporan Akhir Kajian Prevalensi Stunting Balangan Diseminarkan

- Apahabar.com Minggu, 6 Desember 2020 - 13:53 WIB

Laporan Akhir Kajian Prevalensi Stunting Balangan Diseminarkan

Kepala Balitbangda Balangan, Aidinnor. Foto-Istimewa.

apahabar.com, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Balitbangda bekerjasama dengan Poltekkes Kementerian Kesehatan telah menggelar seminar laporan akhir kajian prevalensi stunting.

Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, acara digelar pada Kamis (3/12) tadi.

Kepala Balitbangda Aidinnor mengharapkan dari hasil kajian ini seluruh SKPD terkait dapat bersinergi tentang program dan kegiatannya dalam rangka menyusun RPJMD kedepan.

“Mudah-mudahan nanti stunting di tahun 2024 sesuai RPJMD kita dapat mencapai target, serta teman-teman di Balitbangda nanti mampu terus menerus melaksanakan program kajian tersebut dilanjutkan dengan evaluasi nanti sampai tahun 2024,” ujar Aidin kepada apahabar.com, Minggu (06/12).

Terpisah, Bahrul Ilmi selaku ketua tim menyampaikan keterlibatan lintas program dari Departemen Agama, Dinas Pertanian, Bapppeda, BKKBN, serta dari Kemendes sebagai komitmen mereka mengatasi masalah stunting di Balangan.

“Saya rasa teman-teman disini memang benar-benar ingin berkomitmen mengatasi stunting agar kita bisa menyelesaikan kasus stunting ini,” katanya.

Dari Kementerian sendiri hanya menargetkan 17 persen, tapi Presiden Jokowi ingin penurunan angka stunting mencapai 14 persen. “Dan ini tantangan kita, bagaimana memutus mata rantai untuk kejadian stunting,” timpalnya.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya (kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi baru nampak setelah anak berusia 2 tahun).

Bahrul menyadari dari hasil penelitian dan kajian ini bahwa kejadian stunting adanya memang dimasalah kesehatan, tetapi untuk mengatasinya penting sekali keterlibatan lintas sektor dan lintas program secara bersamaan.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Balangan

148 pasien Covid-19 asal Balangan Dinyatakan Sembuh
Apahabar.com

Pemkab Balangan

Bupati Balangan: Ekonomi Kerakyatan Jadi Fokus Daerah
apahabar.com

Pemkab Balangan

DPRD Balangan Minta Tim Karhutla Dibentuk di Setiap Kecamatan
apahabar.com

Pemkab Balangan

Balangan Aman, Bupati Ingatkan Warga Disiplin Masker
apahabar.com

Pemkab Balangan

Mahasiswa Balangan dari China Dipastikan Sehat
Pilkada di Balangan

Pemkab Balangan

Bawaslu Sebut Tak Ada Laporan Pelanggaran Pilkada di Balangan
plt

Pemkab Balangan

Plt Bupati Balangan Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada 2020
Pasca-Kebakaran di Hukai, Ratna Dapat Bantuan Beras

Pemkab Balangan

Pasca-Kebakaran di Hukai, Ratna Dapat Bantuan Beras
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com