Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Sabu 6 Kg di Samarinda dan Balikpapan Banjarmasin Resmi Perpanjang Tanggap Darurat Banjir, Kecamatan Timur Terparah! Resmi! Banjarmasin Berlakukan Pembatasan Transisi Mulai Hari Ini Dear Korban Banjir Kalsel, Posko untuk Gugat Gubernur Sahbirin Segera Dibuka! Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action

Ledakan Kasus Covid-19 di Kalsel, Apa Penyebabnya?

- Apahabar.com Minggu, 13 Desember 2020 - 18:55 WIB

Ledakan Kasus Covid-19 di Kalsel, Apa Penyebabnya?

Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus Covid-19 di Kalsel kembali meledak di Desember 2020. Penyumbang terbesar datang dari Banjarmasin.

Di penghujung tahun ini, persisnya per tanggal 5-12 Desember ada penambahan 91 kasus baru di Banjarmasin.

Akibatnya dua kelurahan di kota berjuluk seribu sungai ini merah lagi. Pelambuan dan Pemurus Baru.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi membeberkan alasannya. Pertama, penambahan kasus baru karena masyarakat terlena. Disiplin penerapan protokol kesehatan Covid-19 mulai kendor.

Kedua, faktor lain disebut Machli karena banyaknya masyarakat yang menggunakan masker scuba. Machli menilai masker jenis itu tak efektif mencegah penularan.

“Kelonggaran disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan. Salah satunya tak menggunakan masker standar. Jangan memakai masker scuba. Masker scuba itu sama dengan tak bermasker,” kata Machli, Minggu (13/12).

Ini versi dari pemerintah. Namun lain cerita jika melihat dari sudut pandang akademisi.

Nah disini, pemerintah diminta mengintrospeksi diri. Tak bisa jika hanya menyalahkan kelalaian dari masyarakat. Tentu ada faktor penyebab mengapa kedisiplinan masyarakat dalam protokol kesehatan kendor.

Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin memberikan contoh penyebabnya.

Muttaqin menyebut, pelonggaran kegiatan ekonomi dan aktivitas masyarakat, termasuk adanya liburan panjang di akhir Oktober lalu salah satu faktor utama.

“Ini yang memicu ledakan nasional pada bulan November yang dampaknya mulai tergetar di Kalsel pada dua minggu pertama Desember ini,” ujar Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan ULM ini.
Kondisi ini diperparah dengan munculnya rasa aman akibat penetapan zona hijau. Yang disebut Muttaqin sebagai angin surga bagi masyarakat. Namun sebenarnya itu sangat membahayakan.

“Masyarakat makin abai protokol tersebut karena angin surga zona hijau dan kebijakan pelonggaran. Hingga masyarakat merasa sudah aman,” imbuhnya.

Lebih jauh, Muttaqin mengungkapkan jika terus dibiarkan, potensi ledakan kasus ini sangat mungkin terjadi kembali.

Terlebih apabila pertemuan kendornya penerapan protokol kesehatan dengan momen pilkada dan libur panjang akhir tahun 2020 terjadi.

“Potensi ledakan Desember ini adalah akibat pertemuan antara penerapan protokol kesehatan yang semakin menurun oleh masyarakat dan pemerintah daerah dari sisi regulasi dengan dampak momen pilkada, dan liburan panjang akhir tahun,” tukasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Imbas Edaran Mendagri, Sasirangan Terancam Hilang
apahabar.com

Kalsel

Jelang Mudik Lebaran 2019, BPBD Sebut Tiga Daerah Kalsel Rawan Bencana
Poliban

Kalsel

Bersama apahabar.com, LPM Lensa Poliban Asah Mahasiswa Berpikir Kritis dan Kreatif
apahabar.com

Kalsel

Cari Referensi, DPRD Kotabaru dan Dispersip Kalteng Kunjungi Perpustakaan Palnam
Kalsel

Kalsel

VIDEO: Jalan Nasional Banjarmasin – Hulu Sungai Putus Diterjang Banjir
apahabar.com

Kalsel

Peringati Hari Koperasi, Bupati Banjar: Pengurus Harus Jujur
apahabar.com

Kalsel

Dua Bahasyim Raih Perolehan Suara Terbanyak di HST, Berikut Hasil Pileg di Sana
apahabar.com

Kalsel

Sikeudes Memudahkan Desa Buat APBDes
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com