Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Motif Penganiayaan Brutal ABG di Hotel Banjarmasin: Korban Menolak Dijual! Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras

Lewat WeChat, PM Australia Kirim Pesan Kritik ke Pemerintah China

- Apahabar.com Rabu, 2 Desember 2020 - 14:41 WIB

Lewat WeChat, PM Australia Kirim Pesan Kritik ke Pemerintah China

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Foto-AFP/Getty Images via BBC.com

apahabar.com, SYDNEY – Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menggunakan platform media sosial China WeChat untuk mengkritik “gambar palsu” mengenai seorang tentara Australia yang diunggah oleh pemerintah China di Twitter.

Dilansir Antara, China telah menolak seruan Morrison untuk meminta maaf setelah juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian pada Senin (30/11) mengunggah gambar yang dimanipulasi secara digital tentang seorang tentara Australia yang memegang pisau berlumuran darah di tenggorokan seorang anak Afghanistan.

Kedutaan Besar China mengatakan “kemarahan dan raungan” dari politisi dan media Australia atas gambar itu adalah reaksi yang berlebihan.

Dalam pesan WeChat pada Selasa (1/12) malam, Morrison menulis bahwa perselisihan diplomatik terkait gambar tentara Australia itu “tidak mengurangi rasa hormat dan penghargaan terhadap komunitas China di Australia”.

Morrison juga membela upaya penanganan negaranya atas penyelidikan kejahatan perang terhadap tindakan pasukan khusus Australia di Afghanistan. Dia mengatakan Australia mampu menangani “masalah pelik” seperti itu secara transparan.

Australia sebelumnya menyebutkan 19 tentara akan dirujuk untuk tuntutan pidana potensial atas pembunuhan tahanan dan warga sipil Afghanistan yang tidak bersenjata.

WeChat pada Oktober mengatakan kepada penyelidikan pemerintah Australia bahwa ada 690.000 pengguna harian aktif media sosial China itu di Australia. Pesan Morrison telah dibaca oleh 50.000 pengguna WeChat pada Rabu pagi (2/12).

Cuitan jubir Kemlu China Zhao Lijian di Twitter, yang disematkan di bagian atas akun Twitter-nya, telah “disukai” oleh 54.000 pengikut (follower), setelah Twitter menandainya sebagai konten sensitif.

Namun, Twitter menolak permintaan pemerintah Australia untuk menghapus gambar tersebut.

Twitter diblokir di China, tetapi semakin sering digunakan oleh para diplomat China yang telah mengadopsi taktik agresif “diplomasi Prajurit Serigala” (Wolf Warrior diplomacy) pada tahun ini.

Pada Jumat, China memberlakukan tarif dumping hingga 200 persen untuk impor anggur Australia, yang secara efektif menutup pasar ekspor terbesar untuk industri anggur Australia.

Pemberlakuan tarif itu dilakukan China di tengah perselisihan diplomatik yang memburuk dengan Australia, yang mengalami pembalasan perdagangan serius yang diterapkan oleh China.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Pria Tertua Dunia Meninggal di Usia 113 Tahun
apahabar.com

Internasional

Soal Karikatur Nabi Muhammad, Simak Pesan Sheikh Sudais
apahabar.com

Internasional

Kehilangan Istri akibat Teror di Selandia Baru, Farid Ahmed: Saya Tidak Membenci Pelaku
apahabar.com

Internasional

Haru, Kisah Ibu Koma karena Covid-19 Saat Melahirkan
apahabar.com

Internasional

Usai Diberi Oksigen Tambahan, Tim Medis Pantau Paru-paru Trump
apahabar.com

Internasional

Vaksin Covid-19, Siapa Orang Pertama yang Disuntik?
apahabar.com

Internasional

Rilis Video dari RS, Donald Trump Mengaku Jauh Lebih Baik dan Berharap Segera Pulih
apahabar.com

Internasional

Ratusan Ilmuwan Sebut Virus Corona Mengudara, WHO Didesak Ralat Saran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com