Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Masyarakat Penerima Vaksin Covid-19 Dapat SMS Mulai Hari Ini

- Apahabar.com     Kamis, 31 Desember 2020 - 13:47 WITA

Masyarakat Penerima Vaksin Covid-19 Dapat SMS Mulai Hari Ini

Ilustrasi vaksin Covid-19 saat disimpan di Bio Farma. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah mencanangkan pemberian vaksin Covid-19 tahap pertama dimulai Januari hingga April 2021. Mulai hari ini, Kamis (31/12) masyarakat yang jadi target vaksinasi bakal dapat SMS.

Diketahui, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sudah menandatangani Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati, membenarkan Kepmenkes ini.

Dalam Kepmenkes tersebut dijelaskan bahwa nama-nama penerima vaksin terdapat dalam Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Corona Virus Disease 2019. Masyarakat penerima vaksin COVID-19 akan mendapatkan SMS pada hari ini, Kamis (31/12).

“Masyarakat yang mendapatkan pemberitahuan melalui SMS Blast wajib mengikuti pelaksanaan vaksinasi Covid-19,” tulis diktum ketiga Kepmenkes, kutip Detikcom.

Dijelaskan bahwa masyarakat yang mendapatkan pemberitahuan melalui SMS Blast wajib mengikuti pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Adapun sasaran pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 merupakan masyarakat kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Dikecualikan dari ketentuan poin keempat, bagi masyarakat yang tidak memenuhi kriteria penerima Vaksin Covid-19 sesuai dengan indikasi Vaksin Covid-19 yang tersedia,” tulis diktum kelima Kepmenkes.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan tahap pertama vaksinasi Covid-19 di Indonesia targetnya satu hingga dua minggu lagi sehingga nantinya tahap distribusi bisa dilanjutkan di sejumlah provinsi.

“Saya merasa bahwa tahap pertama mengenai penyediaan dan persetujuan vaksin insyaallah seminggu atau dua minggu lagi,” kata Budi dalam konferensi pers virtual di Bio Farma, Bandung, Rabu (30/12/2020).

“Sehingga kami Kementerian Kesehatan bisa masuk ke tahap kedua bagaimana memikirkan distribusi vaksin untuk segera bisa diberikan ke tenaga kesehatan dan pelayanan publik,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih menunggu hasil interim data uji klinis vaksin Corona Sinovac di Bandung. Hal ini menjadi salah satu penilaian nantinya pemberian izin penggunaan darurat (EUA).

Indonesia juga membeli vaksin Corona AstraZeneca dan Novavax masing-masing sebanyak 50 juta dosis vaksin. Menkes Budi juga menyebut usaha vaksinasi Covid-19 bukan semata-mata usaha Kemenkes sendiri, tetapi melibatkan banyak pihak.

Di sisi lain, Prof Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac di Bandung, menyebut data interim data uji klinis baru bisa diberikan kepada BPOM minggu pertama Januari 2021. Selama ini efek samping yang ditemukan tak lebih dari rasa nyeri dan pegal di tempat suntikan sama seperti saat vaksinasi pada umumnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polwan Terindikasi Radikalisme Ternyata Tinggalkan Tugas Tanpa Seizin Pimpinan
Menteri KKP

Nasional

Menteri KKP Tegaskan Perangi Penyeludupan Ekspor Benur
Bansos

Nasional

Cek, Daftar Bansos yang Cair di September 2021
apahabar.com

Nasional

Kasus Ekspor Benur, KPK Periksa Saksi Terkait Uang Rp52,3 M
Pasien Covid-19

Nasional

Kembali Terjadi, Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa dari Rumah Sakit
apahabar.com

Nasional

Palestina Peringatkan Israel Tak Ubah Status Quo Masjid Al-Aqsha
apahabar.com

Nasional

Persiapan Rehabilitasi 21.540 Warga Binaan Terus Digencarkan
apahabar.com

Nasional

Tiba di Labuan Bajo, Presiden Punya Tiga Agenda Sekaligus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com