Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir

Menkeu Ungkap Anggaran Pengadaan Vaksin Covid-19 untuk 2021 Tembus Rp60,5 Triliun

- Apahabar.com Senin, 7 Desember 2020 - 13:53 WIB

Menkeu Ungkap Anggaran Pengadaan Vaksin Covid-19 untuk 2021 Tembus Rp60,5 Triliun

Satu paket vaksin eksperimental untuk Covid-19 di Quality Control Laboratory di the Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020. Foto-AFP/Nicolas Asfouri via Kompas.com

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anggaran penanganan dan pengadaan vaksin Covid-19 untuk 2021 menembus Rp60,5 triliun.

Hal itu merupakan dari total keseluruhan anggaran kesehatan dalam APBN 2021 mencapai Rp169,7 triliun.

“Program vaksinasi baru akan mulai dijalankan dan berjalan terus pada 2021,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers virtual di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (7/12).

Sri Mulyani menjelaskan rincian alokasi Rp60,5 triliun tersebut di antaranya sebesar Rp18 triliun untuk antisipasi pengadaan vaksin Covid-19, antisipasi imunisasi atau program vaksinasi mencapai Rp3,7 triliun.

Selanjutnya, lanjut Sri Mulyani, sebesar Rp1,3 triliun untuk pembelian sarana dan prasarana, laboratorium, litbang, dan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang akan dilakukan Kementerian Kesehatan dengan nilai pengadaan Rp1,2 triliun dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Rp100 miliar.

Pemerintah, kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, juga masih mencadangkan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kelas III untuk masyarakat tidak mampu.

“Pengadaan direncanakan akan berjalan selama beberapa tahun dari tahun 2020, hingga 2021 dan 2022 sesuai kebutuhan,” kata Sri Mulyani.

Meski sudah ada vaksin, lanjut dia, pemerintah masih akan terus melakukan upaya tes, lacak, dan perawatan atau 3T.

Untuk itu pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk pembelian berbagai peralatan pendukung seperti alat PCR dan reagen untuk tahun 2021.

Sedangkan untuk tahun 2020 pemerintah mencadangkan anggaran Rp35,1 triliun yang dialokasikan untuk pengadaan vaksin COVID-19 dan penanganan bidang kesehatan, termasuk di dalamnya mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Sinovac pada Minggu (6/12).

Kementerian Kesehatan, lanjut dia, sudah membelanjakan Rp637,3 miliar untuk pengadaan vaksin yakni tiga juga dosis Sinovac dan 100 ribu dosis vaksin dari Cansino.

Sebagai bagian dari persiapan dan pelatihan tenaga kesehatan yang akan melakukan vaksinasi, Sri Mulyani menambahkan Kementerian Kesehatan telah menggunakan biaya operasional.

Menkeu menambahkan saat ini pemerintah sudah membelanjakan Rp277,45 miliar untuk pengadaan jarum suntik, alcohol swap dan safety box termasuk membeli 249 unit masing-masing untuk lemari pendingin, cold box serta alat pemantau suhu vaksin.

Selain itu, lanjut dia, juga ada 498 unit vaksin carrier dan alat pelindung diri dengan anggaran mencapai Rp190 miliar.

Untuk jejaring pelayanan kegiatan vaksinasi, Menkeu menambahkan pemerintah melibatkan 10.134 Puskesmas, rumah sakit sebanyak 2.877 dan 49 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh wilayah kerja di Tanah Air.

“Ini semua nanti akan diikuti termasuk pembangunan sistem informasi yang sedang dibangun Komite Penanganan COVID-19 PEN (KCP-PEN) dan Telkom untuk tracing siapa yang sudah dapat vaksinasi,” katanya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Menko Airlangga: UMKM Jadi Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Makin Menggairahkan, Nilai Tukar Petani di Kaltim Naik
apahabar.com

Ekbis

Bursa Global Turun, IHSG Awal Pekan Diperkiran Ikut Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Rayakan Kemerdekaan RI, Gojek Resmi Kibarkan Nama di 4 Negara
apahabar.com

Ekbis

Komoditas Ekspor Udang Masih Primadona
apahabar.com

Ekbis

Penerbangan Repatriasi Meningkat, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Protokol Kesehatan
apahabar.com

Ekbis

Dorong Daya Beli, Bank Mandiri Gratiskan Biaya Isi Saldo GoPay
apahabar.com

Ekbis

Belajar di Rumah, Pengguna Google Classroom Meningkat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com