Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Mensos Tersangka, KPK Ancam Hukum Mati Koruptor Bansos Covid-19

- Apahabar.com Minggu, 6 Desember 2020 - 08:43 WIB

Mensos Tersangka, KPK Ancam Hukum Mati Koruptor Bansos Covid-19

Menteri Sosial Juliari P Batubara tersangka bansos Covid-19. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Seiring ditetapkannya Menteri Sosial Juliari P Batubara sebagai tersangka bansos Covid-19, ada aturan hukum maksimal yang bakalan dijalani.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta pelaku koruptor anggaran penanganan pandemi Covid-19 dituntut hukuman mati.

Hal ini disampaikan Firli pada Juli lalu. Ia mengklaim telah mengingatkan bahwa tindak pidana korupsi di masa bencana atau pandemi dapat diancam dengan hukuman mati.

Lembaga antirasuah sendiri diketahui baru saja mengungkap korupsi program bansos corona yang turut melibatkan Menteri Sosial Juliari P Batubara.

“Ini tidak main-main. Ini saya minta betul nanti kalau ada yang tertangkap, saya minta diancam hukuman mati. Bahkan dieksekusi hukuman mati,” terang Firli kutip CNNIndonesia.com.

Ancaman hukuman mati bagi pelaku korupsi diatur dalam Pasal 2 ayat (2) UU Tipikor. Dalam pasal itu dijelaskan bahwa hukuman mati bisa dijatuhkan jika korupsi dilakukan saat terjadi bencana alam nasional, sebagai pengulangan tindak pidana korupsi atau pada waktu negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter.

Untuk mencegah aksi korupsi anggaran pandemi, Firli mengaku telah membentuk 15 satuan petugas (satgas).

Dari 15 satgas itu, sebanyak lima satgas ditempatkan di kementerian/lembaga yang bertanggung jawab dalam penanganan covid-19, satu satgas di Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dan sembilan satgas yang disebar di koordinator wilayah KPK.

“Tugasnya adalah melakukan kajian, memberikan rekomendasi kepada kementerian/lembaga supaya perbaikan sistem penganggaran, perbaikan program, sehingga nanti seluruh anggaran bisa dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan,” tutur Firli.

Sebelumnya, KPK menetapkan Mensos Juliari P Batubara sebagai tersangka korupsi program bantuan sosial penanganan virus corona (covid-19).

Selain itu, empat orang lainnya juga turut ditetapkan sebagai tersangka. Mereka, yakni pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

Dalam kasus ini, Juliari diduga menerima uang senilai total Rp17 miliar dari dua pelaksanaan paket bantuan sosial (bansos) berupa sembako untuk penanganan covid-19.
Politikus PDIP ini sempat menjadi buron hingga akhirnya berhasil dicokok oleh KPK.

Juliari tiba di Gedung KPK pada Minggu (6/12) sekitar pukul 02.50 WIB.

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Palu Diguncang Gempa 3,7 SR
Tito Karnavian

Nasional

Tito Karnavian: Vaksinasi Perdana Covid-19 Dilakukan pada 13 Januari
apahabar.com

Nasional

KPK Tunjuk Brigjen Pol Setyo Budi Plt Direktur Penyidikan
apahabar.com

Nasional

Janji Ridwan Kamil dan Duka Nestapa Kakak-Adik Korban Longsor
apahabar.com

Nasional

Anak Krakatau Menyusut, Nelayan Sempat Lihat Gunung Terbelah
TPS

Nasional

Jalan Kaki ke TPS, Wali Kota Risma Cuma 20 Detik di Bilik Suara
apahabar.com

Nasional

Mendikbud: Tahun Depan, Tak Perlu Lagi Mendaftar Masuk Sekolah
apahabar.com

Nasional

Jika Kaltim Jadi Ibu Kota, Tak Ada Ruang untuk Tuan Thakur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com