Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan 13 Menit di SDL, Jokowi Disambut Meriah Ribuan Pengungsi Banjir Kalsel

Merasa Terancam, Korban Selamat Serangan Teroris Sigi Tak Mau Kembali

- Apahabar.com Kamis, 3 Desember 2020 - 12:36 WIB

Merasa Terancam, Korban Selamat Serangan Teroris Sigi Tak Mau Kembali

Sejumlah anak tengah bermain di sekitar perkampungan mereka, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (29/11/2020). Warga berharap aparat keamanan segera menangkap pelaku penyerangan yang diduga dari kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora pada hari Jumat (27/11/2020) yang menewaskan empat orang warga desa setempat. Foto-Antara/Faldi/Mohamad Hamzah/aww

apahabar.com, SIGI – Sejumlah korban serangan teroris yang diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tidak mau kembali lagi ke lokasi permukiman transmigrasi di Dusun Lewano, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi karena merasa terancam.

“Saya tidak mau kembali ke situ meski pemerintah membangun rumah saya yang ludes diduga dibakar oleh kelompok MIT,” kata Astri Kandi di Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Sigi, Sulawesi Tengah, dilansir Antara, Kamis (3/12).

Astri meminta pemerintah membangunkan rumah tetapi tidak lagi di lokasi transmigrasi tersebut.

Bukan hanya dia, melainkan juga warga lainnya enggan kembali sebab selain rumah mereka sudah rata tanah karena dibakar, juga mengalami trauma berat atas peristiwa berdarah yang menelan korban jiwa 4 orang, semunya laki-laki.

Astri selain kehilangan tempat tinggal, juga orang tua dan suami.

“Mereka menjadi korban dalam serangan teroris yang kini tengah diburu oleh pasukan gabungan TNI/Polri,” katanya.

Lokasi transmigrasi Dusun Lewono berada jauh dari lokasi transmigrasi (SP-1) Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

Lokasi itu, kata Astri, berada di puncak gunung dan merupakan transmigrasi lokal.

“Kalau transmigrasi Dusun Tokelemo adalah transmigrasi umum dari Jawa,” ujarnya.

Lokasi trasmigrasi di Dusun Lewono, kata Astri Kandi, selain berada di atas gunung, juga terbilang masih kurang penduduknya.

Kini, dia bersama tiga anaknya yang masih kecil terpaksa menumpang di rumah keluarga di Desa Lembantongoa.

Kepala Desa Lembantongoa Deki Basalulu membenarkan kebanyakan warga transmigrasi di Dusun Lewono, wilayah yang diserang oleh kelompok MIT dan menewaskan empat warga trasmigrasi lokal tersebut enggan kembali karena khawatir akan keselamatan jiwa mereka.

“Mereka tidak mau kembali lagi ke lokasi itu,” kata Kades Lembantongoa.

Selama beberapa hari terakhir ini, kata Deki Basalulu, aparat gabungan TNI/Polri sedang memburu para teroris.

Guna memeberikan rasa aman bagi masyarakat Desa Lembantongoa, kata Deki, telah dibangun empat titik pos penjagaan di wilayah tersebut.

Pemerintah desa dan masyarakat Desa Lembantongoa sangat berharap TNI/Polri dalam jangka waktu tidak terlalu lama bisa menangkap semua teroris MIT Poso.

Oleh karena itu, dia mengimbau semua warga untuk terus berdoa agar aparat secepatnya dapat menumpas habis para teroris.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kawal Sidang Sengketa Pilpres, Massa Datangi MK
Ketua KPK

Nasional

Ketua KPK Akui Sudah Peringatkan Mensos untuk Tidak Korupsi
apahabar.com

Nasional

Sudah 3 Kasus Corona Terdeteksi di Lingkungan Kabinet Jepang
apahabar.com

Nasional

Top, Dokter di Makassar Gelar Cukur dengan Protap Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kasasi Prabowo-Sandiaga Kembali Ditolak MA
apahabar.com

Nasional

Empat Kali Luncurkan Lava Pijar Dalam Semalam
apahabar.com

Nasional

Beda Pandangan Soal Teriakan ‘Jokowi Wae’ Saat Prabowo di Surabaya
apahabar.com

Nasional

Temukan Uang di Laci Menteri Agama, KPK Usut dari Mana Asalnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com