Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Mi Instan Asal Indonesia Dituding Picu Peningkatan Angka Kehamilan di Ghana

- Apahabar.com Sabtu, 26 Desember 2020 - 17:45 WIB

Mi Instan Asal Indonesia Dituding Picu Peningkatan Angka Kehamilan di Ghana

Tidak hanya untuk dimakan. Salah merk mi instan dari Indonesia juga menjadi sandi seks transaksional di Ghana. Foto: Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Sebuah survei mengejutkan dikeluarkan oleh otoritas Ghana jelang akhir 2020, karena berhubungan dengan produk Indonesia.

Survei yang dilakukan Star Ghana Foundation ini mencari penyebab peningkatan angka kehamilan remaja di Ghana.

Ternyata survei yang dipimpin Bashiratu Kamal itu menghasilkan fakta mengejutkan. Disinyalir produk mi instan asal Indonesia, Indomie, menjadi salah satu penyebab.

“Pandemi Covid-19 yang sedang melanda mengakibatkan angka kemiskinan di Ghana semakin bertambah,” ungkap Kamal seperti dilansir Pikiran Rakyat.

“Hal ini membuat remaja wanita di Ghana rela berhubungan seks transaksional. Hubungan seks tersebut ditukar dengan sejumlah barang seperti mi instan Indomie, pulsa seluler, maupun uang,” imbuhnya.

Bahkan Kamal menemukan bahwa istilah ‘Indomie’ telah diterjemahkan menjadi tawaran untuk transaksi seks, lalu dibayar dengan apa pun yang bisa diambil.

“Orang tua mereka tidak bekerja. Mereka hanya di rumah dan harus bertahan hidup. Jadi mereka melakukan itu untuk mendapatkan uang,” beberKamal.

Namun demikian, kemauan untuk melakukan hubungan seks transaksional itu tidak datang dengan sendirinya.

Terkadang pihak orangtua yang meminta anak mereka untuk melakukan hubungan seks transaksional tersebut.

“Dalam beberapa kasus, masalah seks transaksional juga didorong beberapa orang tua, sehingga mereka bisa mendapatkan cukup uang untuk menghidupi diri sendiri,” tukas Kamal.

Selain karena alasan keuangan, terdapat faktor lain yang menyebabkan orangtua meminta anak-anak mereka melakukan hubungan seks transaksional.

Salah satunya adalah beberapa orang tua percaya bahwa pria yang bercinta dengan anak mereka, dapat membantu putri mereka menuju keadaan yang lebih baik dibanding kondisi sekarang.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Protes Hina Islam dan Rasulullah, Mahasiswa Iran Gelar Aksi di Depan Kedubes Prancis
Warga Saudi

Internasional

Warga Saudi Sambut Gembira Rencana Kerajaan Gratiskan Vaksin Covid-19
Hikmah

Internasional

Hikmah di Balik Covid-19, Emisi Karbon Dioksida Turun Catat Rekor
apahabar.com

Internasional

Kopi Indonesia Dipromosikan di Rusia, Tiga Importir Tertarik
apahabar.com

Internasional

Cek Fakta, Putri Vladimir Putin Tewas Setelah Dosis Kedua Vaksin Covid-19
Singapura

Internasional

Duh, Singapura Konfirmasi Kasus Pertama Varian Baru Virus Corona asal Inggris
apahabar.com

Internasional

Duh, Akun Twitter Sejumlah Tokoh Dunia Diretas
apahabar.com

Internasional

Trump Ceritakan Kronologi Serangan AS Tewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com