Pengamanan Berlapis Kawal Rekapitulasi PSU Kalsel Tingkat Provinsi Kapolri Bidik Puluhan IUP Diduga Bodong di Kalsel, Dinas ESDM No Comment Breaking News! Gunung Bugis di Kaltim Membara Lagi Jelang MotoGP Jerman 2021, Momen Marc Marquez Meramaikan Barisan Depan Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga

MUI Komitmen Kawal Vaksin Sinovac

- Apahabar.com Selasa, 8 Desember 2020 - 13:10 WIB

MUI Komitmen Kawal Vaksin Sinovac

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorum Niam Shaleh. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus memantau proses kehalalan vaksin Covid-19 Sinovac yang baru tiba di Indonesia.

“MUI berkomitmen untuk mengawal aspek syar’i dalam penggunaan Vaksin Covid-19,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorum Niam Shaleh, Selasa (8/12).

Ia mengatakan, tim MUI bersama Bio Farma, Badan POM dan Kementerian Kesehatan telah melakukan kunjungan ke fasilitas produksi Sinovac pada bulan Oktober lalu. Hal itu untuk melakukan audit aspek kualitas, keamanan serta kehalalan vaksin tersebut.

“Saat ini MUI terus berkoordinasi dengan Sinovac, Bio Farma, untuk melanjutkan kajian aspek kehalalan penggunaan vaksin Covid 19,” katanya.

Kata dia, tim audit dari MUI sudah melaporkan terkait hasil auditing. Ada beberapa catatan yang perlu didalami informasi tambahannya.

Audit memorandum telah dikirimkan kepada pihak perusahaan terkait, dan meminta informasi tambahan terkait vaksin Covid 19.

“Kami berharap segera mendapat informasi tambahan tersebut sehingga proses pembahasannya dapat dilakukan Komisi Fatwa MUI,” katanya.

Selain itu, rekomendasi dari BPOM terkait izin penggunaan vaksin Covid-19 menjadi salah satu pertimbangan dalam penetepan fatwa tersebut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, kajian dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan Kosmetik MUI telah selesai dan telah disampaikan untuk pembuatan fatwa serta sertifikasi halal MUI.

“MUI telah bekerja keras untuk memberikan fatwanya,” ujar Muhadjir dalam acara Pengadaan dan Tindak Lanjut Kedatangan Vaksin Covid-19, Senin (7/12).

Ia mengatakan, berdasarkan fiqih Islam, Covid-19 ini termasuk kategori yang darurat yang harus dihilangkan dengan cara apapun. Jika tak ada satupun vaksin di dunia yang berstatus halal, tak berarti vaksin Covid-19 tersebut tidak boleh dipakai.

“Jadi walaupun itu statusnya tidak halal, kalau itu dimaksudkan untuk menghindari kegawatdaruratan, maka itu wajib digunakan. Karena kematian kedaruratan itu harus disingkirkan menurut hukum agama,” jelasnya.

Namun, jika ada vaksin yang berstatus halal, maka vaksin tersebut yang akan menjadi pilihan. Seperti diketahui, pemerintah telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Vaksin tersebut merupakan vaksin Covid-19 pertama yang tiba di Indonesia. Namun pelaksanaan vaksinasi tak bisa dilakukan secara langsung setelah vaksin tiba, sebab vaksin masih harus melalui beberapa tahapan ilmiah dan mendapatkan izin edar terlebih dahulu dari BPOM.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Jelang Haul, PD Pasar Bauntung Batuah Beri Sanksi Ini Bagi Pedagang yang “Menaikkan Harga”
apahabar.com

Habar

6 Desa di Hulu Sungai Ini Bantu Ribuan Bambu untuk Haul Sekumpul ke-14
apahabar.com

Habar

Musik Jadi Haram Bila Penuhi 3 Unsur Ini
apahabar.com

Habar

Radius 4 KM dari Pusat Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul Steril dari APK
apahabar.com

Hikmah

Mimpi Rasulullah, Ahli Maksiat Ini Bertobat
apahabar.com

Religi

Haul KH Anang Sya’rani Arif ke 51, Muhaddist yang Meninggal Tepat di Azan Subuh
apahabar.com

Habar

Jemaah Jangan Lengah, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
apahabar.com

Habar

Sambut Milad Ke-2, Rumah Tahfidz Al Maher Bil Qur’an Selenggarakan Festival Anak Sholeh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com