Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

MUI Komitmen Kawal Vaksin Sinovac

- Apahabar.com Selasa, 8 Desember 2020 - 13:10 WIB

MUI Komitmen Kawal Vaksin Sinovac

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorum Niam Shaleh. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus memantau proses kehalalan vaksin Covid-19 Sinovac yang baru tiba di Indonesia.

“MUI berkomitmen untuk mengawal aspek syar’i dalam penggunaan Vaksin Covid-19,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorum Niam Shaleh, Selasa (8/12).

Ia mengatakan, tim MUI bersama Bio Farma, Badan POM dan Kementerian Kesehatan telah melakukan kunjungan ke fasilitas produksi Sinovac pada bulan Oktober lalu. Hal itu untuk melakukan audit aspek kualitas, keamanan serta kehalalan vaksin tersebut.

“Saat ini MUI terus berkoordinasi dengan Sinovac, Bio Farma, untuk melanjutkan kajian aspek kehalalan penggunaan vaksin Covid 19,” katanya.

Kata dia, tim audit dari MUI sudah melaporkan terkait hasil auditing. Ada beberapa catatan yang perlu didalami informasi tambahannya.

Audit memorandum telah dikirimkan kepada pihak perusahaan terkait, dan meminta informasi tambahan terkait vaksin Covid 19.

“Kami berharap segera mendapat informasi tambahan tersebut sehingga proses pembahasannya dapat dilakukan Komisi Fatwa MUI,” katanya.

Selain itu, rekomendasi dari BPOM terkait izin penggunaan vaksin Covid-19 menjadi salah satu pertimbangan dalam penetepan fatwa tersebut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, kajian dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan Kosmetik MUI telah selesai dan telah disampaikan untuk pembuatan fatwa serta sertifikasi halal MUI.

“MUI telah bekerja keras untuk memberikan fatwanya,” ujar Muhadjir dalam acara Pengadaan dan Tindak Lanjut Kedatangan Vaksin Covid-19, Senin (7/12).

Ia mengatakan, berdasarkan fiqih Islam, Covid-19 ini termasuk kategori yang darurat yang harus dihilangkan dengan cara apapun. Jika tak ada satupun vaksin di dunia yang berstatus halal, tak berarti vaksin Covid-19 tersebut tidak boleh dipakai.

“Jadi walaupun itu statusnya tidak halal, kalau itu dimaksudkan untuk menghindari kegawatdaruratan, maka itu wajib digunakan. Karena kematian kedaruratan itu harus disingkirkan menurut hukum agama,” jelasnya.

Namun, jika ada vaksin yang berstatus halal, maka vaksin tersebut yang akan menjadi pilihan. Seperti diketahui, pemerintah telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Vaksin tersebut merupakan vaksin Covid-19 pertama yang tiba di Indonesia. Namun pelaksanaan vaksinasi tak bisa dilakukan secara langsung setelah vaksin tiba, sebab vaksin masih harus melalui beberapa tahapan ilmiah dan mendapatkan izin edar terlebih dahulu dari BPOM.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Sunan Pengging dan Syekh Abdul Razak Disebut Berperan dalam Keislaman di Bayan
apahabar.com

Habar

Banyak Mencetak Ulama, Haul Pendiri Pesantren Ibnu Amin Diperingati
Jelang Haul Guru Sekumpul ke 15, Satlantas Banjar Rutin Gelar Razia

Habar

Jelang Haul Guru Sekumpul ke 15, Satlantas Banjar Rutin Gelar Razia
apahabar,com

Religi

Jelang Haul Abah Guru Sekumpul, Panitia Ungkap Hal yang Dilarang
apahabar.com

Habar

Shane Elson Asal Australia Tergugah Jadi Relawan Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

Haul Habib Luar Batang ke-271, Jemaah asal Banjarmasin: Serasa Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

Guru Bakhiet: Tiga Amalan di Tengah Wabah Covid-19
apahabar.com

Habar

Haul Sekumpul Steril dari Politik, Ini Penegasan Imam Mushalla Ar Raudah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com