Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022 Kasus Covid-19 di 21 Daerah Naik, Pemerintah Meminta Masyarakat Tetap Waspada Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Petir Berpotensi Melanda Hampir Seluruh Wilayah! Truk Terguling di A Yani Banjarmasin, Satu Orang Tewas

Neraca Perdagangan November Surplus, Rupiah Tetap Ditutup Melemah

- Apahabar.com     Selasa, 15 Desember 2020 - 18:33 WITA

Neraca Perdagangan November Surplus, Rupiah Tetap Ditutup Melemah

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto-Antara/Rivan Awal Lingga via katadata.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (15/12) sore ditutup melemah.

Pelemahan rupiah tetap terjadi meski neraca perdagangan November 2020 mengalami surplus.

Rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp 14.120 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.095 per dolar AS.

“Walaupun neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus, namun informasi tentang proyeksi pertumbuhan di kuartal keempat yang kemungkinan minus dan pengetatan PSBB membuat mata uang garuda terkoreksi,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (15).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai perdagangan Indonesia mengalami surplus 12,66 miliar dolar AS dengan total nilai ekspor 15,28 miliar dolar AS dan nilai impor sebesar 12,66 miliar dolar AS.

Surplus neraca perdagangan RI dan perbaikan ekspor pada November 2020 ditunjang oleh naiknya permintaan dan naiknya harga komoditas andalan, terutama batubara dan minyak sawit.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat 2020 masih akan terkontraksi namun akan terjadi perbaikan.

Ekonomi kuartal terakhir diperkirakan minus 1-2 persen, lebih baik dibandingkan kuartal ketiga yang minus 3,49 persen dan kuartal kedua minus 5,39 persen.

Penyebab dari pertumbuhan ekonomi yang masih lesu tersebut yaitu angka kasus baru Covid-19 terus menunjukan peningkatan.

Dari eksternal, ada harapan bahwa rencana bantuan bipartisan Covid-19 senilai 908 miliar dolar AS akan dibagi menjadi dua paket.

Namun, optimisme tersebut tertutupi dengan melonjaknya jumlah kasus Covid-19 secara global.

Wali Kota New York bersiap untuk penutupan penuh kedua, dengan bagian lain negara itu juga menghadapi kemungkinan pembatasan yang diperketat.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 14.105 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.105 per dolar AS hingga Rp 14.140 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.171 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp 14.158 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekbis

Revitalisasi Selesai, Warga Cirebon Bisa Bergembira di Alun-alun Kejaksan
apahabar.com

Ekbis

Imbau Shop From Home, Banjarisme Apparel Tawarkan Diskon 50 Persen
apahabar.com

Ekbis

Wabah Corona, IHSG Berpotensi Turun Kembali Pekan Ini
apahabar.com

Ekbis

Ditutup Menguat, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah
apahabar.com

Ekbis

Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?
Banjarbaru Elpiji

Ekbis

Gejolak Harga Elpiji di Banjarbaru, Gas Subsidi Tembus Rp55 Ribu!

Ekbis

Perluas Bisnis, Telkomsel Alihkan 4 Ribu Menara ke Mitratel
apahabar.com

Ekbis

Dirut Bank Kalsel ‘Pasrah’ Jika Jabatannya Dicopot
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com