Viral Korban Banjir Kalsel Lahirkan di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel

Neraca Perdagangan November Surplus, Rupiah Tetap Ditutup Melemah

- Apahabar.com Selasa, 15 Desember 2020 - 18:33 WIB

Neraca Perdagangan November Surplus, Rupiah Tetap Ditutup Melemah

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto-Antara/Rivan Awal Lingga via katadata.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (15/12) sore ditutup melemah.

Pelemahan rupiah tetap terjadi meski neraca perdagangan November 2020 mengalami surplus.

Rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp 14.120 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.095 per dolar AS.

“Walaupun neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus, namun informasi tentang proyeksi pertumbuhan di kuartal keempat yang kemungkinan minus dan pengetatan PSBB membuat mata uang garuda terkoreksi,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (15).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai perdagangan Indonesia mengalami surplus 12,66 miliar dolar AS dengan total nilai ekspor 15,28 miliar dolar AS dan nilai impor sebesar 12,66 miliar dolar AS.

Surplus neraca perdagangan RI dan perbaikan ekspor pada November 2020 ditunjang oleh naiknya permintaan dan naiknya harga komoditas andalan, terutama batubara dan minyak sawit.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat 2020 masih akan terkontraksi namun akan terjadi perbaikan.

Ekonomi kuartal terakhir diperkirakan minus 1-2 persen, lebih baik dibandingkan kuartal ketiga yang minus 3,49 persen dan kuartal kedua minus 5,39 persen.

Penyebab dari pertumbuhan ekonomi yang masih lesu tersebut yaitu angka kasus baru Covid-19 terus menunjukan peningkatan.

Dari eksternal, ada harapan bahwa rencana bantuan bipartisan Covid-19 senilai 908 miliar dolar AS akan dibagi menjadi dua paket.

Namun, optimisme tersebut tertutupi dengan melonjaknya jumlah kasus Covid-19 secara global.

Wali Kota New York bersiap untuk penutupan penuh kedua, dengan bagian lain negara itu juga menghadapi kemungkinan pembatasan yang diperketat.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 14.105 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.105 per dolar AS hingga Rp 14.140 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.171 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp 14.158 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Juli 2020, Perputaran Uang di Bandara AP II Capai Rp1,9 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Ahok Nyatakan Siap Bantu Dirut Pertamina Nicke Widyawati
apahabar.com

Ekbis

Kalsel Belum Lirik Potensi Sarang Burung Walet
apahabar.com

Ekbis

33 Persen Arus Mudik Natal Arah Cikampek Lewati Tol Layang Japek
IHSG

Ekbis

Bursa Saham Benua Kuning Naik, IHSG Ikut Menguat
apahabar.com

Ekbis

Sempat Menguat, Rupiah Kembali Berpotensi Tertekan
apahabar.com

Ekbis

Usung Program Branchless Banking, Mandiri Optimis Majukan UMKM Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Sukses Usaha Daster Sasirangan, Miliarder Asal Martapura Ini Luncurkan Aplikasi Olshop
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com