Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Motif Penganiayaan Brutal ABG di Hotel Banjarmasin: Korban Menolak Dijual! Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras

Ombudsman Sebut Kebijakan Rapid Test Antigen Dipaksakan

- Apahabar.com Kamis, 24 Desember 2020 - 22:56 WIB

Ombudsman Sebut Kebijakan Rapid Test Antigen Dipaksakan

Ilustrasi rapid test antigen. Foto-REUTERS/David W Cerny

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Perwakilan Ombudsman DKI Jakarta Teguh Nugroho menilai kebijakan pemerintah yang mewajibkan masyarakat untuk menjalani rapid test antigen guna memenuhi syarat perjalanan keluar kota terlalu dipaksakan.

Sebab, kebijakan yang dibuat terlalu pendek jaraknya dengan waktu keberangkatan masyarakat untuk berlibur.

“Ini efek dari kebijakan pemerintah yang inkonsisten. Pemberitahuan kewajiban rapid test antigen ini dibuat terlalu pendek jaraknya dengan waktu keberangkatan liburan. Kesannya seperti dipaksakan. Sementara infrastukturnya belum disiapkan. Termasuk pengawasan dan kepastian tarif rapid test antigen di semua vendor atau penyedia,” katanya, kutip Republika, Kamis (24/12).

Kemudian, ia melanjutkan tarif rapid test antigen di bandara atau stasiun lebih murah daripada rumah sakit. Sehingga masyarakat melakukan rapid test antigen di tempat tersebut. Namun, jika hal tersebut dilakukan masyarakat akan berkerumun dan virus Covid-19 menyebar secara cepat.

“Kalau di bandara dan stasiun mereka ikut tes artinya banyak orang dan berkerumun. Sehingga berpotensi menyebarkan ke orang lain selama dalam masa kerumunan,” kata dia.

Ia menyarankan jika pemerintah tetap mau memberlakukan rapid test antigen ini, pemerintah perlu memastikan harga dan fasilitas rapid antigen yang tersebar di seluruh daerah secara merata.

“Tarif rapid test antigen di bandara sama stasiun lebih murah sedangkan di rumah sakit mahal sekali. Jika terjadi perbedaan harga seperti itu. Masyarakat akan memilih yang lebih murah walaupun berisiko. Hal ini harus dipikirkan pemerintah,” kata dia.

Sebelumnya diketahui, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada (21/12) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 22 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Orang Dengan Transportasi Udara Selama Masa Natal dan Tahun Baru 2020/2021 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam aturan tersebut, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menyesuaikan dengan sejumlah regulasi, salah satunya Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam regulasi tersebut, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub mewajibkan penumpang pesawat menunjukan hasil PCR test atau uji swab yang berlaku tiga hari sebelum keberangkatan untuk penerbangan dari luar negeri ke Indonesia.

Sementara untuk perjalanan dari dan ke bandara di Pulau Jawa, penumpang pesawat wajib menunjukkan surat keterangan non reaktif menggunakan rapid test antigen yang berlaku tiga hari sebelum keberangkatan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Malam Pertama Haul Guru Sekumpul, Martapura bak Lautan Manusia
apahabar.com

Nasional

KPK Sarankan Presiden Terpilih Bentuk Zaken Kabinet
Sandiaga

Nasional

Kembali Berkawan di Twiter, Ini Pesan Susi Pudjiastuti Kepada Sandiaga Uno

Nasional

Wartawan Senior Gugat Indosat Ooredoo dan Commonwealth Bank Rp 100 Miliar
PPKM Jawa-Bali

Nasional

PPKM Jawa-Bali, Aturan Perjalanan Dalam Negeri Diperketat
apahabar.com

Nasional

Jenazah Korban Penembakan Papua Diterbangkan ke Makassar
apahabar.com

Nasional

Kubah Ditutup Bagi Perempuan, Radius 1 Km Steril dari Kendaraan
apahabar.com

Nasional

MK Tolak Gugatan Korban PHK Soal Kepesertaan BPJS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com