Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif

Ombudsman Sebut Kesiapan Protokol Kesehatan di TPS Sangat Rendah

- Apahabar.com Sabtu, 5 Desember 2020 - 00:41 WIB

Ombudsman Sebut Kesiapan Protokol Kesehatan di TPS Sangat Rendah

ILustrasi penerapan prokes KPU. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Protokol kesehatan di TPS jadi sorotan Ombudsman RI. Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala menyebut tingkat persiapan penunjang protokol kesehatan di TPS jelang Pilkada Serentak 2020 masih rendah.

Berdasarkan data Ombudsman pada 28-30 November lalu, baru sepertiga dari peralatan penunjang protokol kesehatan yang digelontorkan oleh KPU ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“Baru saja kami rilis pada Selasa lalu, pada dasarnya H-10 itu tingkat kesiapan penunjang protokol kesehatan di TPS dan petugas KPPS pada saat itu rendah sekali,” kata Adrianus, dalam dialog ‘Investigasi Kesiapan APD Pilkada: Apa Hasilnya?’ di Youtube BNPB, Jumat (4/12).

Pihaknya telah mendatangi sekitar 40 PPK di daerah untuk mengecek persiapan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan pantauannya itu, peralatan penunjang protokol kesehatan masih menjadi masalah karena baru sepertiga yang digelontorkan dari KPU pusat. Peralatan penunjang protokol kesehatan yang dimaksud berupa thermo gun, masker, serta pakaian hazmat untuk para petugas KPPS.

“Terkait protokol kesehatan masih bermasalah, baru sekitar sepertiga yang digelontorkan. Dari KPUD yang kami datangi, baru sepertiga juga yang sudah mendorong logistik itu ke bawah,” ujarnya.

“Untuk beberapa item seperti thermo gun, demikian juga baju hazmat itu rendah sekali penerimanya pada PPK waktu itu,” katanya.

Ia mencatat, di PPK yang didatangi pihaknya rata-rata baru menerima sekitar 30 persen dari barang-barang penunjang protokol kesehatan yang seharusnya diterima.

Adrianus juga meminta KPU dan KPUD agar segera menyalurkan barang penunjang tersebut sehingga para petugas KPPS bisa melakukan simulasi pelaksanaan pemungutan suara sesuai protokol kesehatan.

“Harapan kami yakni agar KPU dan KPUD mempercepat prosesnya, bergegas, sehingga pada H-2 semua sudah sampai di TPS dan KPPS bisa melakukan simulasi terkait penggunannya,” ucap Adrianus, kutip CNN Indonesia.

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Covid-19

Nasional

Datang Dari Jakarta, Aa Gym Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Partikel Udara 2,5 Mikrometer Berbahaya bagi Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Tunjuk Jubir Penanganan Virus Korona
apahabar.com

Nasional

Imam Besar Masjid Istiqlal Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Teror Selandia Baru
apahabar.com

Nasional

Ditjen Pemasyarakatan Nonaktifkan Kalapas Narkotika
apahabar.com

Nasional

Diguncang Gempa, Ratusan Rumah Rusak di Solok Terus Bertambah
apahabar.com

Nasional

Atasi Dampak Covid-19, Pemerintah Pastikan Insentif Bagi Industri Media
apahabar.com

Nasional

Siap-siap, 100 Ribu Lowongan CPNS Dibuka Maret 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com