Ini 5 Strategi Indef Selamatkan Perekonomian Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global Pembelaan Lengkap Wahid: Minta Bebas hingga Tak Sita Semua Hartanya Hotel Aria Barito dan Armani: Fasilitas Berbintang Alat Damkar Kelas Melati IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk Salut.. AKBP Afeb Dkk Inisiasi Darul Qur’an di Sungai Jingah
agustus

Optimalisasi Pengelolaan Alur Sungai Barito, Komisi III Kalsel ke Pelindo

- Apahabar.com     Minggu, 13 Desember 2020 - 17:24 WITA

Optimalisasi Pengelolaan Alur Sungai Barito, Komisi III Kalsel ke Pelindo

Komisi III DPRD Kalsel bersua dengan PT Pelindo III (Persero) di Surabaya. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalsel melalui pengelolaan alur ambang Sungai Barito dan jasa kepelabuhan, menjadi fokus utama Komisi III DPRD Kalsel dalam pertemuan dengan PT Pelindo III (Persero) di Surabaya.

Komisi yang membidangi masalah infrastruktur itu dikomandoi Sahrujani beraudiensi bersama Direktur Teknik PT Pelindo III (Persero), Boy Robyanto.

“PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) yang merupakan perusahaan patungan perseroan terbatas dengan bidang usaha pengelolaan alur pelayaran, telah berubah menjadi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dan harus menyesuaikan dengan regulasi baru yang saat ini dalam proses,” tuturnya dalam pertemuan.

Dengan adanya perubahan status itu, menurutnya ada peluang untuk optimalisasi PAD bagi Kalimantan Selatan, yakni perluasan objek pungutan jasa alur dan kenaikan tarif pungutan jasa alurnya, kerjasama pengelolaan jasa kepelabuhan lainnya seperti usaha bongkar muat, depo peti kemas, pemanduan dan lainnya.

Sementara itu, Boy yang sebelumnya pernah bertugas menjadi Asisten Manager Pelindo Regional Kalimantan Selatan, juga menyampaikan apresiasinya atas kedatangan Komisi III DPRD Kalimantan Selatan untuk beraudiensi terkait hal-hal penting yang sedang dihadapi.

“Berkaitan dengan pengembangan pelabuhan di Banjarmasin, ke depannya daerah Jorong di Kabupaten Tanah Laut menjadi masa depan bagi pengembangan hal tersebut,” ungkapnya.
Hal itu menurutnya tak hanya isapan jempol semata, mengingat keberadaan pelabuhan di kawasan tersebut akan sangat menopang wilayah Kalimantan Selatan sebagai gerbang Ibu Kota Negara

(IKN) yang pindah ke Kalimantan Timur.
Apalagi alurnya bermuara ke laut, tak seperti pelabuhan di Banjarmasin yang menjadi pelabuhan sungai sehingga tidak dapat lagi dikembangkan karena keterbatasan dan alasan lainnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

DPRD Kalsel

Pj Gubernur Kalsel Laporkan Fakta PAD Kalsel 2020

DPRD Kalsel

Duit Pembentukan Perda Kalsel 2022 Nambah Rp40 miliar, Imam Suprastowo Heran
Stunting

DPRD Kalsel

Studi ke Jateng, DPRD Kalsel Gali Ilmu Tekan Angka Stunting
apahabar.com

DPRD Kalsel

Update Kebakaran Alalak, Wali Kota dan Pimpinan DPRD Banjarmasin Salurkan Bantuan
apahabar.com

DPRD Kalsel

Per Hari Ini, Sekretariat DPRD Kalsel Kerja Ganjil-Genap
Aplikasi Gides

DPRD Kalsel

Aplikasi Gides, Inovasi Waket DPRD Kalsel untuk Percepatan Informasi Desa
DPRD Kalsel

DPRD Kalsel

Parade Foto Paripurna Istimewa DPRD Kalsel dan Pengesahan Raperda LPPA 2020

DPRD Kalsel

Dewan Kalsel Kawal Anggaran Porprov 2022
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com