Biang Kerok Banjir Kalsel, Ternyata Tak Cuma Tambang dan Sawit Presiden Jokowi Blusukan ke Banjir Kalsel, Nih Agendanya Esok Blusukan Batal, Denny Minta Evakuasi Korban Banjir Kalsel via Udara Banjir Kalsel, Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Banjar Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel

Pasar Cermati Perkembangan Stimulus AS, Rupiah Ditutup Melemah Tipis

- Apahabar.com Selasa, 8 Desember 2020 - 18:19 WIB

Pasar Cermati Perkembangan Stimulus AS, Rupiah Ditutup Melemah Tipis

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto-Antara/Puspa Perwitasari/am

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (8/12) sore melemah tipis.

Pelemahan rupiah dipicu pelaku pasar yang mencermati perkembangan paket stimulus di Amerika Serikat (AS).

Rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp 14.110 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.105 per dolar AS.

“Dari eksternal, pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi sentimen bahwa pemerintah AS kemungkinan akan menuntaskan kesepakatan stimulus baru senilai 908 miliar dolar AS,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi dilansir Antara, Selasa.

Pihak berwenang di California, negara bagian terpadat di AS, pada Senin (7/12) memaksa sebagian besar penduduknya untuk menutup toko dan tinggal di rumah sehari setelah melaporkan rekor 30.000 lebih kasus baru Covid-19.

Data ekonomi baru-baru ini yang menunjukkan ekonomi AS telah melambat karena stimulus fiskal sebelumnya telah mengering, telah menyoroti perlunya paket bantuan baru, dengan Jumat (11/12) dipandang sebagai tenggat waktu yang mungkin ketika ukuran pendanaan untuk pemerintah berakhir.

Sementara itu pertemuan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa kemarin sore mengalami kebuntuan sehingga dalam pertemuan tiga hari tersebut tidak menghasilkan keputusan yang diinginkan oleh pasar.

Namun Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen masih ada waktu untuk menyelamatkan kesepakatan perdagangan tersebut.

Nanti malam Boris Johnson akan bertolak ke Uni Eropa untuk kembali berunding untuk permasalahan klausal krusial tentang perikanan, yang sampai saat ini masih belum ada penyesuaian pendapat.

Dari domestik, data cadangan devisa November dilaporkan mengalami penurunan sebesar 100 juta dolar AS ke 133,6 miliar dolar AS. Cadangan devisa mengalami penurunan dalam tiga bulan terakhir.

Secara bersamaan CoronaVac, vaksin Covid-19 buatan Sinovac, tiba di Bandara Soekarno-Hatta kemarin malam dan sudah diangkut ke PT Bio Farma (Persero).

Pelaksanaan vaksinasi masih harus melalui tahapan evaluasi dari BPOM guna memastikan aspek mutu dan efektivitas dan fatwa MUI untuk aspek halal.

“Penurunan cadangan devisa tiga bulan secara beruntun dan kelanjutan kapan vaksin akan didistribusikan dan bisa digunakan untuk masyarakat, telah menahan penguatan mata uang rupiah dalam penutupan sore ini,” ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.118 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.110 per dolar AS hingga Rp 14.135 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.164 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp 14.135 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Subsidi LPG 3 Kg Dihapus, Hiswana Kalsel Beri Catatan untuk Pemerintah
apahabar.com

Ekbis

Sepanjang 2019, Arus Peti Kemas di Trisakti Banjarmasin Capai 11 Persen
apahabar.com

Ekbis

Dampak Covid-19, Pola Kerja dari Rumah Bakal Lebih Lumrah
apahabar.com

Ekbis

Ingin Kaya Sejak Muda, Intip Kiat Belajar Investasi ala Miliarder AS
apahabar.com

Ekbis

Haul Guru Sekumpul, XL Axiata Upayakan Internet Tidak Lelet
apahabar.com

Ekbis

Dukung Konektivitas Infrastruktur Kalsel, Trakindo Luncurkan Motor Grader Terbaru Cat 120
apahabar.com

Ekbis

Kekhawatiran Pasar Mereda, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Dampak Pandemi, Produsen Batu Bara Sepakat Pangkas Produksi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com