Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Pekan Perdagangan Terakhir 2020, IHSG Diprediksi Bergerak Positif

- Apahabar.com Senin, 28 Desember 2020 - 11:27 WIB

Pekan Perdagangan Terakhir 2020, IHSG Diprediksi Bergerak Positif

Ilustrasi IHSG. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak positif pada pekan perdagangan terakhir 2020.

IHSG bergerak mengikuti pergerakan indeks global yang diproyeksikan menguat.

IHSG dibuka menguat 58,29 poin atau 0,97 persen ke posisi 6.067. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 16,26 poin atau 1,74 persen ke posisi 953,06.

“Untuk IHSG pada hari ini diperkirakan akan menguat mengikuti kuatnya sentimen global,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan dilansir Antara, Senin (28/12).

Pasar AS pada hari Kamis (24/12) lalu sebelum libur Natal ditutup menguat.

Perhatian dari investor AS tertuju pada pemberian stimulus fiskal yang dikabarkan berjumlah 900 miliar dolar AS dan di-bundle dengan anggaran belanja pemerintah untuk satu tahun hingga September 2021sebesar 1,4 triliun dolar AS atau akan setara dengan bantuan langsung tunai sebesar 600 dolar AS per orang.

Namun paket stimulus tersebut masih tersendat pada persetujuan dari Presiden AS Donald Trump yang ingin menaikkan bantuan langsung tunai 2.000 dolar AS per orang dan 4.000 dolar AS per orang untuk pasangan yang menikah.

Sentimen global lainnya yang dapat dicermati adalah berkembangnya varian baru virus Covid-19 dari Inggris. Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) telah mengidentifikasi virus tersebut di Denmark, Belanda, dan Australia.

Inggris sendiri sudah memperketat pembatasan sosial sejak Rabu (23/12) pekan lalu.

Ibu kota Inggris kini dalam status high alert dan akan dikenakan status level tiga yang lebih ketat. Beberapa negara juga sudah melarang penerbangan dari Inggris akibat mutasi virus corona tersebut.

Dari dalam negeri, kasus harian Covid-19 pun terlihat masih bertambah pada Minggu (27/11) kemarin dengan penambahan 6.528 kasus baru dan rasio dari kasus terkonfirmasi per jumlah tes atau positivity rate mencapai 22,2 persen.

Saat ini akumulasi kasus Covid-19 berjumlah 713.365 kasus, dengan pasien sembuh sebanyak 583.676 pasien atau 81,8 persen recovery rate.

Ke depannya, kemungkinan belum akan terjadi penurunan mengingat potensi melonjaknya kasus Covid-19 baru akibat libur Natal dan Tahun Baru.

Pekan lalu IHSG melemah 1,8 persen secara mingguan dan terkoreksi 0,24 persen secara harian pada Rabu (23/12) lalu ke level 6.008.

Untuk pekan ini, IHSG diproyeksikan kembali menguat pada pekan terakhir perdagangan pada 2020 menyusul kuatnya pergerakan indeks global yang sudah kembali diperdagangkan di zona positif dari sebelumnya terkoreksi akibat sentimen kasus varian baru Covid-19 yang ditemukan di Inggris.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 87,91 poin atau 0,33 persen ke 26.744,52, indeks Hang Seng naik 118,93 poin atau 0,45 persen ke 26.505,49, dan indeks Straits Times meningkat 3,81 atau 0,13 persen ke 2.845,85.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tuah Guru Sekumpul, Ruang Fitnes pun Jadi Kamar Hotel Berbintang
apahabar.com

Ekbis

Investor UK Lirik KEK Maloy Kaltim
apahabar.com

Ekbis

Akademisi ULM Pertanyakan Keberhasilan Pemkot Banjarmasin Cetak 2.500 Pengusaha Baru
apahabar.com

Ekbis

Pelatihan Online, UMKM Tetap Produktif di Tengah Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Pejabat BI Blusukan Sosialiasikan QRIS di Antasari Banjarmasin
Rupiah

Ekbis

Dipicu Eskalasi Kasus Covid-19, Rupiah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Pecah Rekor Baru Jadi Rp 809.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Berpotensi Melemah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com