Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Pelaku Gendam Berkedok Pengobatan Alternatif Berkeliaran di Mandastana Batola, Cek Faktanya

- Apahabar.com Selasa, 29 Desember 2020 - 21:14 WIB

Pelaku Gendam Berkedok Pengobatan Alternatif Berkeliaran di Mandastana Batola, Cek Faktanya

Akibat biaya yang cukup mahal, terapi alternatif sempat disangka gendam di Desa Tabing Rimbah. Foto-Ilustrasi

apahabar.com, MARABAHAN – Warga Desa Tabing Rimbah Ray 5, Kecamatan Mandastana, Barito Kuala, sempat dibikin resah akibat pelaku gendam yang berkeliaran.

Beberapa orang dilaporkan menjadi korban hipnotis oleh seseorang yang mengaku ahli pengobatan tradisional.

Setidaknya 10 warga menjadi korban gendam dengan total kerugian mencapai Rp19 juta. Oleh si pelaku, uang itu dijanjikan untuk jasa terapi dan obat-obatan.

Oleh karena merasa dihipnotis, sejumlah warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mandastana.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Lantas sekitar pukul 13.00, Senin (28/12), pelaku yang diduga melakukan gendam itu dijemput polisi dari salah satu rumah warga.

“Diawali laporan warga, kami memeriksa seorang pria keturunan India yang datang dari Medan,” jelas Kapolres Barito Kuala, AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif, melalui Kapolsek Mandastana Ipda Maryono, Selasa (29/12).

Setelah pria berinisial RJ tersebut dimintai klarifikasi, termasuk keterangan dari warga yang merasa menjadi korban, polisi akhirnya memperoleh kesimpulan.

“Dari hasil klarifikasi yang bersangkutan dan keterangan warga, kejadian tersebut bukan hipnotis. Selanjutnya kedua belah pihak memutuskan secara kekeluargaan,” jelas Maryono.

“Keinginan warga yang keberatan dan menginginkan uang mereka dikembalikan, juga sudah dipenuhi,” imbuhnya.

Diyakini hipnotis yang disangkakan warga hanya disebabkan bahasa marketing jasa terapi dan obat-obatan. Kebetulan warga yang ditawari sedang sakit dan mengharapkan kesembuhan.

“Apalagi yang ditawari orang sakit dan ingin sembuh. Akhirnya mereka terpengaruh dan menyerahkan sejumlah uang untuk biaya pengobatan,” beber Maryono.

“Namun kemudian muncul asumsi hipnotis dari pihak keluarga yang lain, mengingat biaya pengobatan terbilang mahal. Apalagi uang sebanyak itu tidak seminggu dua minggu bisa diperoleh,” sambungnya.

Dari keterangan warga, RJ memang tidak sekali datang ke Ray 5. Dalam lima sampai enam hari terakhir, pria tersebut beberapa kali bolak-balik untuk melakukan terapi.

“Bahkan ada warga yang sudah tiga kali menjalani terapi. Mereka pun sebenarnya ingin melanjutkan, tetapi yang bersangkutan sudah tidak bersedia datang lagi,” beber Maryono.

“Di sisi lain, kami tetap harus merespon laporan tersebut, supaya tidak memperpanjang salah paham,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Batola

Sambut Hari Santri, Ponpes At Thohiriyah Mekarsari Batola Dapat Hadiah Spesial
apahabar.com

Batola

Perwira Polres Batola Bergeser Lagi, Kasat Reskrim Pindah ke Polres Tabalong
PLN

Batola

Antisipasi Tersetrum, PLN Putus Sementara Listrik Kawasan Banjir Batola
apahabar.com

Batola

Klaster Industri Berpotensi Tambah Kasus Covid-19 di Barito Kuala
apahabar.com

Batola

Satu Kasus Baru, Kecamatan Belawang di Barito Kuala Kembali Zona Merah
apahabar.com

Batola

Tepat 17 Agustus, Si Kembar Pengantin dari Marabahan Ini Dilahirkan

Batola

Perekrutan Pengawas TPS Pilgub 2020 di Barito Kuala Masih Dibuka
apahabar.com

Batola

Selesai Direkap, Hasil Pilgub Kalsel di Batola Langsung Diantar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com