Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Peneliti Prancis Sebut Makan di Restoran Lebih Berisiko Terpapar Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 19 Desember 2020 - 11:11 WIB

Peneliti Prancis Sebut Makan di Restoran Lebih Berisiko Terpapar Covid-19

Ilustrasi sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Makan di restoran disebut lebih beresiko terpapar Covid-19. Hal itu diungkapkan para peneliti Institut Pasteur Prancis.

Dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (19/12) para peneliti dari Institut Pasteur Prancis berusaha mencari tahu faktor-faktor mana -seperti profesi, moda transportasi, tempat yang dikunjungi- yang membedakan peserta yang tertular virus dari orang yang tidak.

“Kami melihat peningkatan risiko yang terkait dengan mengunjungi bar dan restoran,” kata penulis utama, Arnaud Fontanet, seorang ahli epidemiologi dan anggota dewan ilmiah yang membimbing pemerintah dikutip dari AFP.

Studi tersebut, yang disebut ComCor, belum ditinjau oleh rekan sejawat tetapi telah menginformasikan tanggapan virus Prancis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober dan November, selama periode awal jam malam dan bahkan pembatasan yang lebih ketat yang membuat sebagian besar perusahaan ditutup sebagian atau seluruhnya.

Fontanet mengatakan kepada AFP bahwa karena bar dan restoran tidak berfungsi seperti biasa, sulit untuk mengukur peran pasti mereka dalam transmisi, dan mengakui bahwa menutup bisnis ini adalah langkah yang “sensitif”.

Peneliti ComCor mewawancarai 3.400 orang yang terinfeksi Covid-19 dan 1.700 lainnya yang tidak terinfeksi virus.

Mereka menemukan bahwa mengunjungi restoran, bar, atau gym dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi, sedangkan menggunakan transportasi umum dan mengunjungi toko tidak.

‘Friendly Dinner’

Otoritas kesehatan di seluruh dunia telah menyarankan orang untuk menghindari ruang dalam ruangan yang padat karena para ilmuwan semakin setuju bahwa virus corona baru dapat menyebar di awan halus dari partikel yang dikenal sebagai aerosol yang dapat terkumpul di ruangan yang berventilasi buruk.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Resep Mageli Khas Banjar, Bikin Penasaran untuk Memakannya Lagi
apahabar.com

Gaya

Akhirnya, E-sports Resmi Masuk Cabor KONI Tapin Direstui Dispora
apahabar.com

Gaya

Long Weekend Segera Berakhir, Begini Cara Kembalikan Semangat Kerja
apahabar.com

Gaya

iPhone 12 Model 4G Dibandrol ‘Murah’, Minat?
apahabar.com

Gaya

Mengenal Khasiat Jengkol, Makanan Khas Banjar Bercampur Lalaan
apahabar.com

Gaya

6 Tips Agar Masker Tak Memicu Tumbuhnya Jerawat
apahabar.com

Gaya

Imlek 2019, Keindahan Indonesia Goda Turis Tiongkok
apahabar.com

Gaya

Jangan Sering Dimakan, 7 Makanan Ini Ternyata Bisa Bikin Otak Jadi Kerdil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com