Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Permintaan Tinggi, Susahnya Cari Pendonor Plasma Konvalesen Penyintas Covid-19 di Banjarmasin

- Apahabar.com Selasa, 29 Desember 2020 - 11:09 WIB

Permintaan Tinggi, Susahnya Cari Pendonor Plasma Konvalesen Penyintas Covid-19 di Banjarmasin

Ilustrasi seorang tenaga kesehatan mengecek inpus. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Stok darah plasma konvalesen penyintas Covid-19 di UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin sangat terbatas.

Alasannya karena pemilik darah dari pasien sembuh terinfeksi Covid-19 sulit dicari.

Sementara, mereka merupakan pendonor utama plasma konvalesen.

Pihaknya juga belum pernah menerima data perkembangan pasien yang menerima transfusi plasma tersebut.

“Kami belum ada data terkait hal itu,” ujar Kepala UTD PMI Kota Banjarmasin, Aulia Ramadhan Supit.

Tetapi, ia mengungkapkan kondisi tersebut tidak sepenuhnya mempengaruhi penyembuhan atas pasien penderita Covid-19.

“Kita tetap berusaha mencari data baik dari Bapelkes maupun dari pihak Rumah Sakit yang menangani pasien Covid-19,” ungkap dia.

Tak hanya itu, Aulia juga mengungkap kendala lain yang dialami UPT PMI Banjarmasin. Yakni soal alat untuk menyimpan darah plasma konvalesen.

“Kita tidak bisa menyetok karena keterbatasan alat dalam proses penyimpanan plasma konvalesen,” ungkapnya.

Menurutnya, jika tidak diberikan langsung kepada pasien, komponen plasma konvalesen sendiri bisa berkurang dan akan mengurangi tingkat penyembuhannya.

“Minimal harus disimpan di suhu -30°C untuk menjaga komponennya. Soalnya, setelah selesai dan jadi, plasma itu harus dibekukan terlebih dahulu agar tidak ada yang berkurang komponennya,” jelasnya.

Jika sudah dibekukan, plasma konvalesen tersebut bisa bertahan hingga 6 bulan lamanya.

Sebaliknya, jika tidak, plasma tersebut maksimal bertahan hanya selama 24 jam.

“Jadi harus segera ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan,” tukasnya.

Plasma konvalesen digunakan untuk terapi pasien Covid-19.

Diberikan dengan cara mengambil plasma darah yang mengandung antibodi dari donor.

Kemudian ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan.

Terlepas dari itu, Aulia menegaskan, bahwa apa yang diupayakan oleh PMI Kota Banjarmasin dalam hal penanggulangan pandemi Covid-19 ini sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

“Jadi sampai saat ini alhamdulillah PMI sudah mulai banyak menerima permintaan plasma, namun masih terkendala alat untuk penyimpanan plasma konvalesen tadi,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

HUT ke-46 KNPI, Perpecahan Kaum Pemuda Jadi Sorotan
apahabar.com

Kalsel

Maraknya Permintaan, Dermaster pun Buka Klinik di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Polsek Kintap Gencar Sosialisasi Stop Pungli
apahabar.com

Kalsel

Satlantas Polres Batola Sosialisasi Pelayanan Samsat Selama Pandemi
apahabar.com

Kalsel

PDIP Susun Pimpinan Perangkat Dewan, Syaripuddin dan Rosehan Kandidat Kuat Wakil Ketua DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Peserta SNMPTN ULM Menurun
apahabar.com

Borneo

Diacuhkan Sang Istri, Murjani Nekat Coba Bunuh Diri
apahabar.com

Kalsel

Canangkan Minggu Bersih, Warga Perum Kersik Putih Indah Bagi-Bagi Doorprize 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com