Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Perusahaan Tambang Cina Sudah Kantongi Izin di Kotabaru, Kapan Beroperasi?

- Apahabar.com Sabtu, 12 Desember 2020 - 14:18 WIB

Perusahaan Tambang Cina Sudah Kantongi Izin di Kotabaru, Kapan Beroperasi?

Presiden Devisi Investasi PT Qinfa, Shirley Shi saat dijumpai wartawan di Kotabaru. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Perusahaan tambang batu bara asal Cina PT Qinfa Mining Industri (QMI) berencana akan melakukan kegiatan penambangan di Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Keseriusan PT Qinfa dibuktikan telah mengadakan pertemuan dengan pejabat lingkup pemerintah di Kotabaru belum lama tadi.

Pertemuan itu dihadiri Presiden Devisi Investasi PT Qinfa, Shirley Shi, dan rombongan. Mereka dijamu oleh Sekda Kotabaru, Said Akhmad.

Sekda Said memastikan wacana investasi PT Qinfa dalam tahap perencanaan, atau eksplorasi.

Penambangan emas hitam akan dilakukan lewat bawah tanah, atau underground.

Berdasarkan penelusuran apahabar.com, untuk bisa beroperasi, PT Qinfa ternyata diam-diam bekerjasama dengan perusahaan yang mengantongi izin tambang di Bumi Sa ijaan, yakni PT Sumber Daya Energi (SDE).
Izin tambang itu dikeluarkan oleh Pemerintah Kotabaru di bawah kepemimpinan Bupati Sjachrani Mataja kala itu.

Sementara, Sekda Said Akhmad membenarkan terkait perizinan tambang itu telah dikeluarkan oleh bupati terdahulu.

“Iya. PT Qinfa ini bekerjasama dengan PT SDE. Mereka sudah punya izin yang dikeluarkan Bupati Sjachrani Mataja,” ujar Said belum lama tadi.

Sekda bilang, hingga kini PT Qinfa belum bisa menambang lantaran areal hauling masuk dalam kawasan Hutan Produksi (HP), serta sebagian masuk dalam HGU perkebunan kelapa sawit.

“Nah, saat ini perusahaan itu sedang mengajukan izin pinjam pakai kawasan hutan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” pungkas Sekda.

Sebelumnya, Sherly didampingi juru bicaranya mengatakan sesuai rencana akan ada lima tambang batu bara di Kotabaru.

Produksinya bahkan mencapai 10 juta ton per tahun.

“Saat ini kami sedang proses pengeboran. Selama 10 bulan akan mulai operasi produksi nanti,” ujar Sherley.

Produksi batu bara tidak akan menyuplai keperluan lokal di Indonesia. Tapi, juga ekspor.

“Batu baranya untuk memenuhi keperluan lokal dulu berapa. Sisanya diekspor,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

‘Baru 8 Orang Mengklaim Rp15 Juta Santunan Kematian Akibat Covid-19
apahabar.com

Kalsel

TMMD Kodim 1005 Marabahan Bantu Nenek Guliah Wujudkan Harapan
apahabar.com

Kalsel

Nyanyian Suster di Hari Natal Buat Pasien RS Suaka Insan Terharu
apahabar.com

Kalsel

Dishub Kota Siap Ambil Alih Gedung Cungha Cunghui Banjarmasin
pahabar.com

Kalsel

Hari Kedua Kunker di Kalsel, Komjen Moechgiyarto Sambangi Markas “Bekantan”
apahabar.com

Kalsel

Puncak Peringatan Haul Guru Sekumpul Menggema di Siring Laut Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Adu Tangkas Perkuat Silaturrahmi Sesama Anggota Damkar Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Peduli Ibu Hamil, Pemkab HSS Gelar Seminar Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com