Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Pilkada di HSS, Bawaslu: Tak Ada Potensi Penghitungan Ulang

- Apahabar.com Jumat, 11 Desember 2020 - 17:26 WIB

Pilkada di HSS, Bawaslu: Tak Ada Potensi Penghitungan Ulang

Salah satu TPS di Kabupaten HSS yang digunakan saat Pilkada Serentak 2020, 9 Desember tadi. Foto-apahabar.com/Hidayat

apahabar.com, KANDANGAN – Proses pemungutan, penghitungan hingga rekapitulasi suara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dinilai lancar sesuai prosedur.

Bawaslu menganggap tidak ada potensi sampai ada pemungutan suara ulang (PSU) dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalsel 2020 ini.

“Sejauh ini, kita tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran, maupun menerima laporan dugaan pelanggaran,” ucap Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten HSS, Hasnan Fauzan, saat dikonfirmasi Jumat (11/12) siang.

Karena itu menurutnya, potensi adanya PSU hingga kini masih tidak ada di Kabupaten HSS. Para petugas di tempat pemungutan suara (TPS) ujarnya, rata-rata sudah menjalankan sesuai prosedur.

Pilkada

Ketua Bawaslu Kabupaten HSS Hasnan Fauzan. Foto-apahabar.com/Hidayat

Berdasarkan PKPU pasal 59 ayat 1 tentang PSU dan perhitungan suara ulang terangnya, PSU dapat terjadi apabila adanya gangguan keamanan yang mengakibatkan hasil pemungutan suara tidak dapat digunakan, atau penghitungan suara tidak dapat dilakukan.

Kemudian berdasarkan ayat 2, PSU dapat terjadi apabila dari hasil penelitian dan pemeriksaan Panwascam terbukti, terdapat satu atau lebih keadaan, seperti pembukaan kotak suara, berkas pemungutan, dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

“Lalu, petugas KPPS meminta pemilih memberi tanda khusus, menandatangani, atau menulis nama atau alamatnya pada surat suara yang sudah digunakan. Serta, petugas KPPS merusak lebih dari satu surat suara yang sudah digunakan oleh pemilih, sehingga surat suara tersebut menjadi tidak sah,” sebutnya.

Selanjutnya, lebih dari satu orang pemilih menggunakan hak pilih lebih dari satu kali, pada TPS yang sama atau TPS yang berbeda.

Dijelaskannya, PSU dilakukan dengan rekomendasi Panwascam ke PPK, yang selanjutnya selanjutnya diteruskan ke KPU.

Meski tidak ada potensi PSU, Bawaslu Kabupaten HSS, masih fokus pengawasan rekapitulasi suara tingkat kecamatan.

Sampai hari ini, sudah dilakukan rekapitulasi di 10 Kecamatan. Terakhir, pada Sabtu (12/12) besok akan dilakukan rekapitulasi suara di Kecamatan Padang Batung.

Sejauh pengawasan Bawaslu Kabupaten HSS saat ini, juga tidak ditemukan pelanggaran politik uang.

Menurut Hasnan, hal itu karena sebelumnya ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSS terkait politik uang, dalam menghadapi Pilkada Kalsel.

“Fatwa MUI mencegah money politik memang ampuh,” ujarnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Lulusan SPN Banjarbaru Disiapkan Untuk Pengamanan Pemilu
Matangkan Persiapan HPN 2020, Panitia Pusat dan Daerah Bersinergi

Kalsel

Matangkan Persiapan HPN 2020, Panitia Pusat dan Daerah Bersinergi  

Kalsel

Mabes Polri Apresiasi Kinerja Polres Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Komisi IV DPRD Banjarmasin Salurkan Bantuan ke Nenek Sabariah
apahabar.com

Kalsel

Bikin Resah dan Aniaya Warga Haruyan, KS Diamankan Polisi
Datu Kelampayan

Kalsel

Kubah Datu Kelampayan Sudah Dibuka untuk Peziarah, Makam Guru Sekumpul Kapan?
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanbu: Sembuh 3, Positif 1
apahabar.com

Kalsel

Update Karhutla: Ratusan Hektar Lahan di Kalsel Terbakar Dalam Sepekan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com