Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Polisi Sebut Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan di Jenazah Laskar, FPI Tunggu Komnas HAM

- Apahabar.com Sabtu, 19 Desember 2020 - 09:06 WIB

Polisi Sebut Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan di Jenazah Laskar, FPI Tunggu Komnas HAM

Reka ulang penembakan di KM 50. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Polisi menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah laskar FPI yang tewas saat kontak senjata di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menuturkan hasil autopsi jenazah enam anggota laskar FPI sudah diterima tim penyidik pada minggu lalu.

“Sudah sejak minggu lalu (hasil autopsi). Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh seluruh jenazah,” kata Brigjen Andi.

Terkait hal ini, FPI masih menunggu hasil investigasi Komnas HAM.

“Kita lihat hasil Komnas HAM nanti ya,” sebut Jubir FPI Slamet Ma’arif dilansir dari detik.com, Sabtu (19/12).

Sebelumnya, Bareskrim Polri sudah menerima hasil autopsi jenazah enam anggota laskar FPI pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) yang tewas. Dari hasil autopsi yang diterima penyidik, ada 18 bekas luka tembakan pada seluruh jenazah.

Namun, FPI menyebut ada lebih banyak tembakan yang mengenai laskar.

“Dari jenazah yang kita lihat lebih dari 18 tembakan,” ujar Slamet Ma’arif.

Seperti diketahui, kontak senjata terjadi antara polisi dan laskar pengikut pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Akibatnya, enam pengikut Habib Rizieq tewas.

Kontak tembak itu, seperti yang dijelaskan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, terjadi pada Senin (7/12) dini hari, sekira pukul 00.30 WIB. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan keenam pengikut Habib Rizieq itu ditembak karena melakukan perlawanan.

“Sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50 telah terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB,” jelas Fadil Imran.

Polisi telah memeriksa 14 saksi terkait insiden penembakan di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek. Polisi menegaskan semua saksi dilengkapi bukti pendukung.

“Untuk sementara kita sudah periksa 14 saksi, nanti akan kita buktikan mulai dari TKP pertama di Sentul, nanti kita cari saksi di sana. Kita perlu membuat saksi sampai dengan TKP berikutnya, berkaitan dengan adanya insiden,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (11/12).

“Semua saksi yang melihat, yang mendengar, silakan nanti akan kita periksa semuanya, kita akan terbuka, seperti yang disampaikan Pak Kabareskrim, ada hotline. Silakan kepada masyarakat memberikan informasi berkaitan dengan hal tersebut,” lanjutnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jika Jadi Anggota DPR, Begini Impian Gitaris Seventeen Sebelum Wafat
apahabar.com

Nasional

Viral, Macan Kumbang Mati Diduga Ditembak Warga
apahabar.com

Nasional

Jokowi Terbitkan Perpres Gaji dan Tunjangan PPPK, Berikut Besarannya
apahabar.com

Nasional

Banjir Bandang Probolinggo Menelan 2 Korban
apahabar.com

Nasional

KPU: 54 Petugas KPPS Meninggal dan 32 Orang Sakit Pasca Pemilu
apahabar.com

Nasional

Ulah Nyeleneh YouTuber, Prank Batal Puasa Dapat Rp 10 Juta 
apahabar.com

Nasional

BUMN Bagikan 34 Ribu Alquran di 34 Provinsi

Nasional

May Day 2019, Sekelumit Catatan untuk Perlindungan Buruh Perkebunan Sawit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com