Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Program Vaksinasi Dihantui Varian Baru Covid-19

- Apahabar.com Minggu, 27 Desember 2020 - 11:28 WIB

Program Vaksinasi Dihantui Varian Baru Covid-19

Deteksi suhu tubuh. Foto-Freepik.com

apahabar.com, JAKARTA – Saat pemerintah mulai bersiap melaksanakan vaksinasi, varian Covid-19 baru menghantui.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut, varian baru Covid-19 yang lebih cepat menular berpotensi mengganggu keberhasilan program vaksinasi.

Dicky menegaskan bahwa pandemi Covid-19 Indonesia belum terkendali. Sehingga, jika varian baru Covid-19 itu telah ada di Tanah Air bisa saja meningkatkan angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19.
“Ini akan mengganggu dari keberhasilan program vaksinasi. Tapi mengganggu vaksin Covid-19 ya belum tentu. Tapi kalau mengganggu program vaksinasi ya jelas karena meningkatkan angka reproduksi dengan misalnya angka 2 bisa jadi 3,” kata Dicky, kutip Okezone, Minggu (27/12/2020).

Menurut Dicky, varian baru Covid-19 berdampak pada semakin tinggi dan terencananya efikasi vaksin Covid-19.

Varian baru Covid-19 itu, lanjut dia, juga bakal menyerang kelompok produktif dan aktif sehingga semakin memberatkan situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

“Ini menambah lagi memberatkan dan memperburuk pandemi kita. Saya tidak menakut-nakuti tapi itu lah yang harus direspon,” jelasnya.

Sebelumnya, Dicky menerangkan bahwa varian baru virus Covid-19 dari Inggris berpotensi telah menyebar ke Indonesia.

Dia menduga jenis baru virus Covid-19 yang lebih mudah menular itu telah ada di Tanah Air lantaran virus tersebut sudah dilaporkan sejak September lalu. Apalagi, Singapura telah mengkonfirmasi kasus pertama virus tersebut sudah ada di negaranya.

“Terkait Covid baru ini sangat besar kemungkinan sudah masuk di Indonesia. Karena sudah terjadinya di September dan dilaporkan Desember,” ujar Dicky.

Dia mengatakan, mutasi virus corona yang lebih ganas itu belum ditemukan di Indonesia lantaran jumlah testing dan sistem deteksi dini Covid-19 Indonesia belum memadai.

Selain itu, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan sistem pengetatan di perbatasan dan pintu masuk Indonesia yang relatif longgar juga berpotensi mengakibatkan virus tersebut telah berada di Tanah Air.

“Memang ini tidak menyebabkan keparahan besar. Tapi dengan semakin efektif dan efisiennya dia melakukan replikasi dan infeksi ini akan berdampak pada sistem pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

TNI Bentuk Komando Gabungan Tugas Terpadu, Anggotanya Semua Pasukan Elit
apahabar.com

Nasional

Firli Bahuri Enggan Jelaskan Isi Sidang Etik KPK
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tinjau Pesantren Terdampak Banjir di Lebak
apahabar.com

Nasional

Ratusan Hewan di Medan Zoo Terancam Kelaparan Akibat Pandemi
Kendaraan

Ekbis

Menggiurkan, Indonesia Berpotensi Besar Jadi Produsen Kendaraan Listrik
apahabar.com

Nasional

ICW: Polri Belanja Rp 408 Miliar Antisipasi Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Penegakan Sanksi Pelanggaran Netralitas ASN Masih Lemah
apahabar.com

Nasional

KPAI vs PB Djarum, Terganggu Soal Promosi Rokok Saat Audisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com