Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Teweh, Pelaku Mendadak Kesurupan

- Apahabar.com Jumat, 18 Desember 2020 - 16:48 WIB

Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Teweh, Pelaku Mendadak Kesurupan

Tersangka saat memperagakan adegan pembunuhan terhadap Rito Riadi. Foto-Istimewa

apahabar.com, MUARA TEWEH – Polres Kabupaten Barito Utara menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap Rito Riadi (31) yang dilakukan lima tersangka di Desa Kemawen, Kabupaten Barut, Kalteng.

Dalam reka ulang adegan kasus pembunuhan tersebut, salah satu tersangka, Atir Muhamad sempat tidak dapat melanjutkan rekonstruksi tersebut, karena mendadak kesurupan.

Atir yang menurut informasi berteman dekat dengan korban ini, mulai kesurupan pada adegan ke 14. Maka perannya pun digantikan anggota Polsek Montallat, Nunung Sudaryoko.

Proses rekonstruksi sempat diistirahatkan sejenak setelah adegan ke 25.

Tersangka kembali melanjutkan proses rekonstruksi usai jeda istirahat yakni pada adegan ke 25.

Proses rekonstruksi tersebut disaksikan Kasat Reskrim, Jaksa Penuntut Umum, Tarung, Kapolsek Montallat, Rahmad Tuah dan perwakilan dari Kodim 1013 Muara Teweh dengan 47 adegan yang diperlihatkan dalam proses rekonstruksi tersebut.

Kapolres Batara AKBP Dodo Hendro Kusuma Sik melalui Kasat Reskrim AKP Tomy Paluyukan SIK, Jumat (18/12) menyampaikan, bahwa dalam proses rekonstruksi tersebut, seorang tersangka bernama Atir Muhamad sempat kesurupan. Namun setelah sadar tersangka kembali melanjutkan adegan dalam rekonstruksi tersebut.

“Terhadap para tersangka dikenakan pasal 340 Jo 338 KUHP, tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara. Diduga kasus pembunuhan ini dilakukan secara berencana,” ujarnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban setelah menyaksikan adegan demi adegan yang dilakukan oleh kelima tersangka mengakui ada kejanggalan dalam rekonstruksi tersebut.

Rikinuari, adik kandung korban mengaku ada hal yang jagal didalam pandangan keluarga setelah menyaksikan adegan yang diperagakan kelima tersangka yakni IS, AJ, W, BT, AM alias Gusdur.

“Kami merasa ada yang janggal dalam rekonstruksi ini, kejanggalan tersebut adalah kelima tersangka melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan kayu, namun di TKP, ada ceceran darah dimana-mana,” ujar Riki panggilan akrabnya.
Pihaknya menduga bahwa pelaku dihabisi kelima tersangka ada menggunakan senjata selain kayu.

“Ceceran darah korban kami temukan di dapur, tempat tidur korban dan juga di tempat korban ditemukan gantung diri. Kalau saudara kami meninggal hanya karena hantaman kayu mustahil sampai banyak mengeluarkan darah,” pungkas Riki.,

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Covid-19 Kapuas

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas: Positif Tambah 53 Orang, 1 Sembuh
apahabar.com

Kalteng

3 Pimpinan Aparat Keamanan Bersatu Sosialisasikan Kobar Menuju New Normal
apahabar.com

Kalteng

Wali Kota Palangka Raya: Petugas PSBB Bekerja Sesuai Perwali
apahabar.com

Kalteng

Lama Buron, Suami-Istri Tipu Pengusaha di Palangka Raya Berhasil Diringkus
apahabar.com

Kalteng

Kota Palangka Raya Kembali Diusulkan PSBB
apahabar.com

Kalteng

PLN UP3 Palangka Raya Gelar GAES Serentak
apahabar.com

Kalteng

Pipa PDAM Muara Teweh Bocor, Penyaluran Air Dihentikan Sementara
apahabar.com

Kalteng

Berbasis Digital, Desa di Kapuas Ini Pasang 32 CCTV
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com