Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu

Respon Bawaslu Kalsel Ikut Terseret Gugatan Denny Indrayana ke MK

- Apahabar.com Selasa, 22 Desember 2020 - 17:28 WIB

Respon Bawaslu Kalsel Ikut Terseret Gugatan Denny Indrayana ke MK

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhanie. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan (Kalsel) ikut terseret dalam gugatan Denny Indrayana ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Lantas, bagaimana respon Bawaslu Kalsel?

Namun, seperti diketahui sebelumnya, Denny Indrayana bersama pasangannya Difriadi Darjat secara resmi mendaftarkan gugatan ke MK, Selasa (22/12) siang tadi.

Gugatan itu dilayangkan melalui eks jubir KPK, Febria Dianto, selaku kuasanya.

Pendaftaran resmi itu termaktub dalam Akta Pengajuan Permohonan Pemohon Nomor 127/PAN.MK/AP3/12/2020.

Bukan hanya KPU Kalsel sebagai termohon, namun Bawaslu juga disebut-sebut dalam berkas perkara yang diajukan ke MK tersebut.

Disebutkan, kepastian hukum terenggut dari pemohon oleh Bawaslu Kalsel adalah tata cara penanganan laporan yang tidak profesional, tertutup, dan tidak adil.

Bayangkan Bawaslu telah sangat jelas melalui SE Bawaslu RI Nomor 0266/K.BAWASLU/PM.00.00/04/2020 tentang Pencegahan Tindakan Pelanggaran [Bukti P-58] telah menyampaikan pesan kepada Bawaslu tingkat di bawahnya untuk menindak politisasi Bansos yang dilakukan petahana.

Terkait hal itu, Komisioner Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhanie angkat bicara.

“Kami akan telaah dan kaji lebih lanjut terkait dengan penyebutan nama Bawaslu pada permohonan tersebut,” ucap Azhar Ridhanie kepada apahabar.com, Selasa (22/12) siang tadi.

Pada waktunya nanti, kata dia, jika diperlukan, maka Bawaslu Kalsel akan sampaikan keterangan di MK. “Kami selalu siap,” pungkasnya singkat.

Sebelumnya, berdasarkan Akta Pengajuan Permohonan Pemohon Nomor 127/PAN.MK/AP3/12/2020 dinyatakan telah diajukan Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tahun 2020, pada hari ini, pukul 12.48 WIB.

Di mana sengketa itu diajukan Denny Indrayana dan Difriadi Darjat.

Dalam hal ini berdasarkan surat kuasa khusus bertanggal 21 Desember 2020 memberi kuasa kepada Febri Diansyah, selanjutnya disebut sebagai pemohon.

Sementara pihak termohon adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel.

Selanjutnya, berkas permohonan tersebut telah dicatat dalam Buku Pengajuan Permohonan Pemohon Elektronik (e-BP3).

Kelengkapan Permohonan Pemohon akan diperiksa dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Lalu dituliskan kembali, permohonan yang belum lengkap akan dilengkapi pada saat perbaikan permohonan terhitung 3 hari kerja sejak diterbitkan AP3.

Permohonan yang telah lengkap segera dicatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Elektronik (e-BRPK).

Surat tersebut ditandatangani langsung Panitera Muhidin.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gelar Rapat Kerja Perdana, HDCI Pengcab Banjarbaru-Martapura Bahas Touring Aman dan Sopan
apahabar.com

Kalsel

Pasca-Haul Guru Sekumpul, Mahasiswa Turut Angkut Sampah
apahabar.com

Kalsel

Perbaikan Pasar Wangkang Marabahan Realistis Dilakukan Mulai 2021

Kalsel

VIDEO: Bernuansa Politis, Mahasiswa Walk Out dari Aksi Save Meratus
apahabar.com

Kalsel

Para Pakar Banua Kritisi Kebijakan PSBB
apahabar.com

Kalsel

Pesan Gubernur Kalsel ke Warga Penajam: Jaga Selalu Kedamaian
apahabar.com

Kalsel

BEM Se-Kalsel Kembali Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja di Banjarmasin, Desak Jokowi Terbitkan Perppu
apahabar.com

Kalsel

Paman Yani Ingatkan Pemkab Kotabaru Segera Serahkan Aset ke Provinsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com