Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas

Saffron Jadi Rempah Termahal di Dunia, Ini Alasannya

- Apahabar.com Minggu, 13 Desember 2020 - 13:36 WIB

Saffron Jadi Rempah Termahal di Dunia, Ini Alasannya

Saffron Sumber: istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Saffron saat ini menjadi rempah termahal di dunia. Mengapa demikian?

Dilansir CNN Indonesia, reputasi Saffron sebagai rempah termahal di dunia adalah karena proses pertumbuhannya dan juga tingkat kesulitan panen.

Hanya sebagian kecil dari bunga saffron – stigmata atau kepala putik – yang benar-benar digunakan untuk bumbu. Jadi dibutuhkan sekitar 75.000 bunga saffron untuk membuat satu pon bumbu saja. Saffron berasal dari bunga Saffron crocus. Dan setiap bunga memiliki tiga stigma merah – itulah yang diambil menjadi rempah.

Bunga berwarna ungu ini hanya mekar selama 6 minggu dari akhir September hingga awal Desember. Ada juga waktu tertentu untuk memanennya.

“Hasil panen saffron sangat rendah. Anda harus mempekerjakan banyak pekerja untuk memanen 4 pon saffron per hektar,” ungkap Arash Ghalehgolabbehbahani, postdoctoral research associate di University of Vermont dikutip dari Business Insider.

Stigmata atau kepala putik ini sangat rapuh, jadi memanen dan mengeringkannya adalah pekerjaan manual yang mahal. Tanaman itu sehalus stigmata atau kepla putik itu sendiri. Itu hanya tumbuh dalam kondisi yang sangat spesifik, mekar hanya selama satu minggu dalam setahun.

Mereka tumbuh paling baik di bawah sinar matahari penuh dan memiliki drainase yang baik, tanah yang subur di daerah yang kering di musim panas.

Selain itu memanen kunyit juga membutuhkan tenaga fisik untuk mendapatkan bunga dari lahan sampai pengemasan akhir.

“Untuk memanen safron, Anda memerlukan banyak pekerjaan tangan untuk memungut bunganya, pisahkan – safron dikeringkan atau stigma kering. Kepala putik adalah bagian betina dari bunga. Anda harus memisahkan stigma itu, keringkan itu. Dan untuk semua prosedur ini, Anda membutuhkan pekerjaan tangan.”

“Jika kita memiliki kelembaban relatif yang lebih tinggi di udara, hal itu dapat mempengaruhi kualitas saffron. Selain itu, sinar matahari dapat merusak struktur kimiawi pada saffron. Jadi, kami lebih memilih memanen kunyit harus dilakukan pagi hari.”

Ghalehgolabbehbahani juga mengungkapkan bahwa rempah termahal dunia ini mengandung beberapa komponen kimia yang sangat mahal seperti picrocrocin, crocin, dan safranal. Mereka adalah tiga komponen atau senyawa utama yang bertanggung jawab terhadap rasa, warna, dan bau saffron.

“Ketika kita berbicara tentang kualitas saffron, secara teknis kita berbicara tentang tiga komponen kimia ini. Saffron secara inheren adalah barang yang berharga.”

Berdasarkan proses penanaman, perawatan, dan juga pemanenan yang sulit serta hasil panennya yang sedikit, tak heran saffron jadi rempah termahal dunia.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Diproduksi Terbatas, Berikut Harga Honda CBR250 Garuda x Samurai
apahabar.com

Gaya

Hindari Mengumbar Informasi, Cara Aman Berselancar di Medsos
apahabar.com

Gaya

TikTok Perbarui Kebijakan untuk Perangi Hoaks
apahabar.com

Gaya

Simak 8 Tips saat Pakai Masker Kain
apahabar.com

Gaya

Wow, Desain Baju Lebaran Ini Sold Out dalam Hitungan Menit
Vaksin

Gaya

Vaksin Gratis Tahap Awal dari Pemerintah, Cek Daftarnya di Laman PeduliLindungi
apahabar.com

Gaya

Asah Bakat Anak Bersama RDP Agency
apahabar.com

Gaya

Imbas Wabah Covid-19, Kafe di Tapin Terancam Gulung Tikar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com